PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL VS KETIMPANGAN PENGELUARAN DI INDONESIA: SIAPA SEBENARNYA YANG MENIKMATI PERTUMBUHAN EKONOMI?
Keywords:
pertumbuhan ekonomi, ketimpangan pengeluaran, rasio gini, distribusi pengeluaran, indonesiaAbstract
Pertumbuhan ekonomi nasional merupakan indikator penting dalam menilai perkembangan perekonomian suatu negara. Namun, pertumbuhan ekonomi yang positif tidak selalu menunjukkan bahwa manfaatnya telah dinikmati secara merata oleh seluruh kelompok masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pertumbuhan ekonomi nasional dan ketimpangan pengeluaran di Indonesia serta mengidentifikasi kelompok masyarakat yang paling besar menikmati pertumbuhan ekonomi selama periode 2022–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data yang dianalisis meliputi pertumbuhan ekonomi Indonesia, Rasio Gini, dan distribusi pengeluaran penduduk menurut kelompok 40 persen terbawah, 40 persen menengah, dan 20 persen teratas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia selama periode 2022–2025 relatif stabil pada kisaran 5 persen, tetapi belum sepenuhnya mencerminkan pemerataan manfaat ekonomi. Rasio Gini masih mengalami fluktuasi, meskipun pada akhir periode menunjukkan kecenderungan menurun. Sementara itu, distribusi pengeluaran menunjukkan bahwa kelompok 20 persen teratas secara konsisten memiliki porsi pengeluaran terbesar dibandingkan kelompok 40 persen menengah dan 40 persen terbawah. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama periode penelitian masih lebih besar dinikmati oleh kelompok berpengeluaran tinggi. Kontribusi penelitian ini terletak pada analisis terpadu antara pertumbuhan ekonomi, Rasio Gini, dan distribusi pengeluaran penduduk untuk membaca inklusivitas pertumbuhan ekonomi nasional. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya kebijakan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga memperkuat pemerataan manfaat bagi kelompok bawah dan menengah.
References
Badan Pusat Statistik. (2022, July 15). Gini Ratio Maret 2022 tercatat sebesar 0,384. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2022/07/15/1933/gini-ratio-maret-2022-tercatat-sebesar-0-384.html
Badan Pusat Statistik. (2023a, February 6). Ekonomi Indonesia tahun 2022 tumbuh 5,31 persen. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2023/02/06/1997/ekonomi-indonesia-tahun-2022-tumbuh-5-31-persen.html
Badan Pusat Statistik. (2023b, July 17). Gini Ratio Maret 2023 tercatat sebesar 0,388. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2023/07/17/2035/gini-ratio-maret-2023-tercatat-sebesar-0-388-.html
Badan Pusat Statistik. (2023c, January 16). Gini Ratio September 2022 tercatat sebesar 0,381. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2023/01/16/2034/gini-ratio-september-2022-tercatat-sebesar-0-381.html
Badan Pusat Statistik. (2024a, February 5). Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2023 tumbuh 5,04 persen (y-on-y). https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2024/02/05/2379/ekonomi-indonesia-triwulan-iv-2023-tumbuh-5-04-persen--y-on-y-.html
Badan Pusat Statistik. (2024b, July 1). Gini Ratio Maret 2024 tercatat sebesar 0,379. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2024/07/01/2371/gini-ratio-maret-2024-tercatat-sebesar-0-379-.html
Badan Pusat Statistik. (2025a, February 5). Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh 5,03 persen (c-to-c). Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2024 tumbuh 5,02 persen (y-on-y). Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2024 tumbuh 0,53 persen (q-to-q). https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2025/02/05/2408/ekonomi-indonesia-tahun-2024-tumbuh-5-03-persen--c-to-c---ekonomi-indonesia-triwulan-iv-2024-tumbuh-5-02-persen--y-on-y---ekonomi-indonesia-triwulan-iv-2024-tumbuh-0-53-persen--q-to-q--.html
Badan Pusat Statistik. (2025b, July 25). Gini Ratio Maret 2025 tercatat sebesar 0,375. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2025/07/25/2519/gini-ratio-maret-2025-tercatat-sebesar-0-375.html
Badan Pusat Statistik. (2025c, January 15). Gini Ratio September 2024 tercatat sebesar 0,381. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2025/01/15/2399/gini-ratio-september-2024-tercatat-sebesar-0-381.html
Badan Pusat Statistik. (2026a, February 5). Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh 5,11 persen. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/02/05/2546/ekonomi-indonesia-tahun-2025-tumbuh-5-11-persen.html
Badan Pusat Statistik. (2026b, February 5). Gini Ratio September 2025 tercatat sebesar 0,363. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/02/05/2535/gini-ratio-september-2025-tercatat-sebesar-0-363-.html
Budiarto, S. A., Dai, S. I. S., Santoso, I. R., & Mulyati, Y. (2024). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketimpangan Pendapatan di Provinsi Gorontalo. Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan, 2(2). https://doi.org/10.37905/jsep.v2i2.29298
Ceriani, L., & Verme, P. (2012). The origins of the Gini index: Extracts from Variabilità e Mutabilità (1912) by Corrado Gini. The Journal of Economic Inequality, 10(3), 421–443. https://doi.org/10.1007/s10888-011-9188-x
Fitriyani, C., Rusiti, R., Septiavin, Q. A., & Sari, E. R. (2024). Analisis Determinan Ketimpangan di Indonesia pada Masa Covid-19. Bappenas Working Papers, 7(3), 293-307. https://doi.org/10.47266/bwp.v7i3.354
Kuznets, S. (1955). Economic growth and income inequality. The American Economic Review, 45(1), 1–28. https://www.aeaweb.org/aer/top20/45.1.1-28.pdf
Rofatunnisa, S., & Usman, H. (2023). Capaian Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Ketimpangan Gender di Indonesia: Analisis Persamaan Simultan Data Panel. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 14(1), 15-32.
Simanungkalit, E. F. B. (2020). Pengaruh inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Journal of Management: Small and Medium Enterprises, 13(3), 327–340. https://doi.org/10.35508/jom.v13i3.3311
Syahri, D., & Gustiara, Y. (2020). Pengaruh pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan terhadap ketimpangan pendapatan di Sumatera Utara periode 2015-2019. Journal of Trends Economics and Accounting Research, 1(1), 34-43. https://journal.fkpt.org/index.php/jtear/article/download/59/40
Waruwu, M., Pu`at, S. N., Utami, P. R., Yanti, E., & Rusydiana, M. (2025). Metode penelitian kuantitatif: Konsep, jenis, tahapan dan kelebihan. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 10(1), 917–932. https://doi.org/10.29303/jipp.v10i1.3057


