MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS DIGITAL UNTUK KOMUNITAS TERPENCAR
STRATEGI MEMPERTAHANKAN KEAKTIFAN DAN KOORDINASI ORANG MUDA KATOLIK PAROKI SANTA MARIA MOJOREJO, BLITAR
Keywords:
manajemen SDM digital, orang muda katolik, koordinasi jarak jauh, keterlibatan komunitas, organisasi sosial keagamaanAbstract
Kelompok Orang Muda Katolik (OMK) merupakan ujung tombak regenerasi dan vitalitas gereja lokal. Namun, fenomena urbanisasi pendidikan yang masif menyebabkan sebagian besar anggota OMK Paroki Santa Maria Mojorejo, Blitar, menempuh studi di kota-kota besar dan hanya kembali ke kampung halaman pada momen tertentu. Kondisi ini menciptakan tantangan nyata dalam manajemen sumber daya manusia komunitas: keaktifan anggota menurun, koordinasi program terhambat, dan rasa keterikatan terhadap komunitas melemah seiring jarak. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi manajemen SDM berbasis digital yang efektif untuk mempertahankan keterlibatan anggota OMK yang terpencar secara geografis, serta mengukur dampak implementasi strategi tersebut terhadap tingkat partisipasi dan kohesi komunitas. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan partisipatif dengan menggabungkan penyuluhan langsung kepada pengurus dan anggota OMK Paroki Mojorejo, survei kondisi awal, serta pelatihan pemanfaatan platform digital manajemen komunitas. Intervensi dirancang berdasarkan prinsip-prinsip manajemen SDM modern, khususnya teori keterlibatan karyawan jarak jauh yang diadaptasi ke dalam konteks organisasi sosial keagamaan nonprofesional. Hasil menunjukkan bahwa penerapan sistem koordinasi berbasis aplikasi pesan instan terstruktur, pembagian peran berbasis kompetensi digital, dan jadwal check-in rutin secara virtual mampu meningkatkan tingkat kehadiran aktif anggota dalam program komunitas sebesar 47% dibandingkan periode sebelum intervensi. Selain itu, rasa kepemilikan anggota terhadap komunitas—diukur melalui indeks keterlibatan mandiri—meningkat signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen SDM berbasis digital bukan sekadar solusi teknis, melainkan strategi pemberdayaan komunitas yang menghormati keterbatasan geografis anggota sekaligus memperkuat identitas kolektif OMK sebagai komunitas iman yang hidup dan dinamis.
References
APJII. (2023). Laporan survei penetrasi internet Indonesia 2023. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.
Borzaga, C., & Galera, G. (2016). Innovating the provision of welfare services through collective action: The case of Italian social cooperatives. International Review of Sociology, 26(1), 31–47. https://doi.org/10.1080/03906701.2016.1148349
Cascio, W. F., & Shurygailo, S. (2003). E-leadership and virtual teams. Organizational Dynamics, 31(4), 362–376. https://doi.org/10.1016/S0090-2616(02)00130-4
Gallup. (2017). State of the American workplace. Gallup, Inc.
Hackman, J. R., & Oldham, G. R. (1976). Motivation through the design of work: Test of a theory. Organizational Behavior and Human Performance, 16(2), 250–279. https://doi.org/10.1016/0030-5073(76)90016-7
Kemmis, S., & McTaggart, R. (2005). Participatory action research: Communicative action and the public sphere. In N. K. Denzin & Y. S. Lincoln (Eds.), The SAGE handbook of qualitative research (3rd ed., pp. 559–603). SAGE Publications.
Lipnack, J., & Stamps, J. (1997). Virtual teams: Reaching across space, time, and organizations with technology. John Wiley & Sons.
Martins, L. L., Gilson, L. L., & Maynard, M. T. (2004). Virtual teams: What do we know and where do we go from here? Journal of Management, 30(6), 805–835. https://doi.org/10.1016/j.jm.2004.05.002
Nugroho, A., Santoso, B., & Rahardjo, M. (2023). Digital collaboration tools adoption in Indonesian nonprofit organizations: A mixed-methods study. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 25(1), 12–24. https://doi.org/10.9744/jmk.25.1.12-24
Orlikowski, W. J. (2000). Using technology and constituting structures: A practice lens for studying technology in organizations. Organization Science, 11(4), 404–428. https://doi.org/10.1287/orsc.11.4.404.14600
Pierce, J. L., Kostova, T., & Dirks, K. T. (2001). Toward a theory of psychological ownership in organizations. Academy of Management Review, 26(2), 298–310. https://doi.org/10.5465/amr.2001.4378028
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon and Schuster.
Putranto, H., & Handayani, S. (2021). Dinamika partisipasi orang muda dalam komunitas paroki di era digital. Jurnal Pastoral Muda, 8(2), 45–62.
Schwaber, K., & Sutherland, J. (2017). The Scrum Guide: The definitive guide to Scrum: The rules of the game. Scrum.org.
Syahputra, I., & Limbong, T. (2022). Pemanfaatan platform digital dalam koordinasi organisasi kemahasiswaan berbasis komunitas: Studi pada Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas di Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi, 20(1), 77–91. https://doi.org/10.24002/jik.v20i1.5421
Tajfel, H., & Turner, J. C. (1979). An integrative theory of intergroup conflict. In W. G. Austin & S. Worchel (Eds.), The social psychology of intergroup relations (pp. 33–47). Brooks/Cole.
Wenger, E. (1998). Communities of practice: Learning, meaning, and identity. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511803932


