OPTIMALISASI SISTEM KOMUNIKASI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN KOORDINASI DAN KEAKTIFAN ANAK MUDA KATOLIK PAROKI SANTA MARIA MOJOREJO

Authors

  • Keisha Amelia Chalita Program Studi Manajemen, Universitas Ma Chung
  • Gabriela Kezia Wibowo Program Studi Manajemen, Universitas Ma Chung
  • Daniel Alexander Hardi Program Studi Manajemen, Universitas Ma Chung

Keywords:

komunikasi digital, koordinasi organisasi, OMK, komunitas, teknologi informasi

Abstract

Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santa Maria Mojorejo, Blitar, memiliki peran penting dalam mendukung berbagai kegiatan gereja dan pengembangan komunitas. Namun, sebagian besar anggota OMK saat ini menempuh pendidikan atau bekerja di luar daerah sehingga menimbulkan berbagai kendala dalam proses komunikasi dan koordinasi organisasi. Kondisi tersebut menyebabkan penyampaian informasi menjadi kurang efektif, keterlibatan anggota menurun, serta pelaksanaan program komunitas sering mengalami hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem komunikasi digital sebagai upaya meningkatkan efektivitas koordinasi organisasi pada OMK Paroki Santa Maria Mojorejo. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, diskusi kelompok, serta pendampingan terhadap pengurus dan anggota OMK. Implementasi dilakukan dengan memanfaatkan platform komunikasi digital yang terstruktur melalui pembagian kanal komunikasi berdasarkan fungsi dan kebutuhan organisasi.Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa sistem komunikasi digital mampu meningkatkan kecepatan penyebaran informasi, mempermudah koordinasi kegiatan, serta memperluas partisipasi anggota yang berada di luar kota. Selain itu, komunikasi yang lebih terorganisasi membantu memperkuat hubungan antaranggota dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program komunitas. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai strategi pengelolaan organisasi yang mampu mengatasi keterbatasan jarak dan waktu. Dengan demikian, sistem komunikasi digital dapat menjadi solusi yang efektif untuk mendukung keberlangsungan dan pengembangan komunitas OMK di era digital.

References

Daft, R. L. (2018). Organization theory and design (13th ed.). Cengage Learning.

Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social media. Business Horizons, 53(1), 59–68.

Kreitner, R., & Kinicki, A. (2014). Organizational behavior. McGraw-Hill Education.

Mulyana, D. (2017). Ilmu komunikasi: Suatu pengantar. PT Remaja Rosdakarya.

Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon and Schuster.

Putranto, H., & Handayani, S. (2021). Dinamika partisipasi orang muda dalam komunitas paroki di era digital. Jurnal Pastoral Muda, 8(2), 45–62.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational behavior (17th ed.). Pearson Education.

Schwaber, K., & Sutherland, J. (2017). The Scrum Guide: The definitive guide to Scrum: The rules of the game. Scrum.org.

Syahputra, I., & Limbong, T. (2022). Pemanfaatan platform digital dalam koordinasi organisasi kemahasiswaan berbasis komunitas: Studi pada Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas di Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi, 20(1), 77–91. https://doi.org/10.24002/jik.v20i1.5421

Tajfel, H., & Turner, J. C. (1979). An integrative theory of intergroup conflict. In W. G. Austin & S. Worchel (Eds.), The social psychology of intergroup relations (pp. 33–47). Brooks/Cole.

Wenger, E. (1998). Communities of practice: Learning, meaning, and identity. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511803932

Downloads

Published

2026-08-01