STRATEGI EDUKASI PREVENTIF UNTUK MENCIPTAKAN SEKOLAH BEBAS BULLYING
Keywords:
pencegahan bullying, empati, lingkungan sekolah, ruang amanAbstract
Perundungan (
bullying) di lingkungan anak-anak telah menjadi sebuah fenomena global yang mengancam, tidak hanya keselamatan fisik, tetapi juga kesehatan mental, perkembangan sosial, dan prestasi akademik korban. Di Indonesia, data dari berbagai lembaga perlindungan anak menunjukan bahwa kasus perundungan mendominasi pengaduan, terutama di tingkat pendidikan menengah atas. Salah satu akar permasalahan utama yang teridentifikasi adalah rendahnya literasi anak-anak mengenai batasan perilaku yang masuk dalam kategori perundungan (baik fisik, verbal, maupun relasional), serta minimnya pemahaman mereka tentang dampak jangka panjang yang ditimbulkan, baik bagi korban maupun pelaku. Oleh karena itu, diperlukan serangkaian tindakan yang bersifat mendasar, mudah diterima, dan mampu menjangkau aspek kognitif serta afektif siswa secara bersamaan. Artikel ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode presentasi edukatif yang dipadukan dengan pendekatan interaktif sebagai upaya preventif dalam menanamkan kesadaran anti-perundungan sejak dini. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui sosialisasi terstruktur yang melibatkan 50 siswa-siswi kelas X SMKK Cor Jesu Malang sebagai partisipan. Metode yang digunakan adalah presentasi visual berbasis studi kasus yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, diskusi kelompok kecil, dan simulasi peran sederhana untuk menggali respon spontan para peserta terhadap situasi perundungan. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan menyebarkan sebuah kuesioner melalui
platform Google Formyang diisi segera setelah kegiatan berakhir, guna mengukur peningkatan pemahaman dan perubahan persepsi peserta. Hasil kegiatan menunjukan bahwa metode presentasi interaktif terbukti signifikan dalam meningkatkan kesadaran para siswa. Secara terukur, anak-anak menunjukkan peningkatan kemampuan dalam: (1) mengidentifikasi secara spesifik jenis-jenis perilaku perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, termasuk perundungan siber (
cyberbullying); (2) memahami dampak psikologis mendalam yang dialami korban, seperti kecemasan, depresi, dan penurunan rasa percaya diri; (3) mengetahui langkah-langkah konkret dan aman yang harus diambil, baik ketika mereka menyaksikan kejadian perundungan (
bystander intervention) maupun ketika mereka sendiri mengalaminya. DI luar aspek kognitif, metode ini juga terbukti mampu membangkitkan empati peserta melalui narasi-narasi visual yang menggugah perasaan. Kesimpulannya, metode presentasi langsung yang dikemas secara interaktif merupakan instrumen preventif yang efektif, efisien, dan aplikatif untuk menumbuhkan sikap empati, memperkuat kohesi sosial, serta menciptakan lingkungan bermain dan belajar yang aman, inklusif dan bebas dari perundungan. Dengan demikian, model ini direkomendasikan untuk diadopsi secara berkelanjutan dalam kurikulum pendidikan karakter di sekolah-sekolah menengah atas.
References
Andini, N., Hafizhah, N. N., Meylani, N. I., & Kurnia, R. (2025). Dampak sosial dan psikologis bullying pada anak sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 9(6), 1779–1787. https://doi.org/10.31004/basicedu.v9i6.10833
Fadillah, A. A., Meidanty, C. A., Haniifah, F., Utami, N. K., Amalia, N., Endjid, P., Hasanah, R., Rahman, R. M., Kausar, R. A., & Setiawan, T. P. (2022). Perkembangan psikologi anak karena dampak bullying. Jurnal Riset Pendidikan dan Pengajaran, 1(2), 157–164. https://doi.org/10.55047/jrpp.v1i2.225
Gunawan, I. (2022). Metode penelitian kualitatif. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Oktaviani, D., & Ramadan, Z. H. (2023). Analisis dampak bullying terhadap psikologi siswa sekolah dasar. Jurnal Educatio, 9(3), 1245–1251. https://ejournal.unma.ac.id/index.php/educatio
Setiawan, A. P., & Tanjung, R. F. (2025). Pengaruh layanan klasikal dalam meningkatkan pemahaman bullying siswa di SMA Negeri 2 Indralaya Utara. Science and Technology Index, 8(3), 226–237. https://doi.org/10.22460/fokus.v8i3.27246
Soleha, N. M., Sukri, S., & Handika, I. (2025). Analisis fenomena perundungan di sekolah dasar: Studi kasus SDN I Teratak. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 10(4), 3759–3765. https://doi.org/10.29303/jipp.v10i4.4125
Zulqurnain, M. A., & Thoha, M. (2022). Analisis kepercayaan diri pada korban bullying. Edu Consilium: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, 3(2), 69–82. https://doi.org/10.19105/ec.v3i2.6737

