PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN LANSIA MELALUI EDUKASI HIPERTENSI, IMPLEMENTASI DAGUSIBU, DAN SKRINING PENYAKIT KRONIS
Keywords:
hipertensi, skrining kesehatan, literasi kesehatan, dagusibu, lansiaAbstract
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi tinggi, terutama pada kelompok lanjut usia, yang berisiko menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung dan stroke. Permasalahan hipertensi di masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kondisi klinis, tetapi juga dipengaruhi oleh rendahnya literasi kesehatan, kurangnya pemahaman terkait pengelolaan penyakit, serta penggunaan obat tanpa resep yang berpotensi tidak tepat. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis komunitas untuk meningkatkan pengetahuan, perilaku penggunaan obat yang aman, dan deteksi dini faktor risiko penyakit kronis. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan lansia melalui edukasi mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi, penerapan prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) dalam pengelolaan obat, serta pelaksanaan skrining kesehatan di Kelurahan Ngemplak. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan interaktif, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, evaluasi keluhan nyeri, dan pemberian leaflet edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 35% berdasarkan evaluasi pretest-posttest. Skrining kesehatan terhadap 70 lansia berhasil mendeteksi 20% peserta dengan hipertensi yang memerlukan tindak lanjut. Evaluasi aspek DAGUSIBU menunjukkan peningkatan pemahaman pada seluruh komponen, dengan aspek penyimpanan obat memperoleh peningkatan pengetahuan tertinggi dibandingkan aspek lainnya. Program ini berdampak pada peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengendalian hipertensi, penggunaan obat yang aman dan rasional, serta deteksi dini penyakit kronis. Pendekatan edukasi dan skrining berbasis komunitas ini berpotensi diterapkan secara berkelanjutan pada kelompok masyarakat lain.
References
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dalam Angka. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2023.
Hidayat, R., Pratama, S., dan Lestari, D. “Optimalisasi Pengelolaan Obat melalui Pendekatan DAGUSIBU.” Jurnal Pengabdian Kesehatan 8, no. 1 (2024). Diakses dari https://jurnal.stikes-hi.ac.id/index.php/jphi/article/download/910/360.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Obat Esensial Nasional. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2008.
Permana, A., Nugroho, T., dan Santoso, B. “Edukasi Hipertensi untuk Pencegahan Komplikasi Kesehatan.” Jurnal Kesehatan Masyarakat 6, no. 3 (2024). Diakses dari https://jurnal.stikes-hi.ac.id/index.php/jphi/article/download/880/340.
World Health Organization. “Hypertension – Key Facts.” Terakhir diperbarui 25 September 2025. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension.
Wulandari, S. “Perilaku Swamedikasi di Masyarakat Urban Yogyakarta.” Jurnal Farmasi Klinik Indonesia 2, no. 5 (2013): 160–168.

