PEMANFAATAN LIMBAH IKAN LELE MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR MELALUI SISTEM AQUAPONIK MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN PETUNGSEWU

Authors

  • Danang Sumajid Program Studi Hukum, Universitas Merdeka Malang
  • Berliana Putri Widiaty Program Studi Administrasi Publik, Universitas Merdeka Malang
  • Cessy Alexandria Program Studi Akuntansi, Universitas Merdeka Malang
  • Rahman Arifuddin Program Studi Teknik Elektro, Universitas Ma Chung

Keywords:

pengabdian masyarakat, budidaya ikan lele, desa petungsewu, ketahanan pangan, partisipasi masyarakat

Abstract

Program pengabdian masyarakat di Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, difokuskan pada revitalisasi budidaya ikan lele sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh belum adanya pengelolaan budidaya ikan lele secara optimal dan masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan potensi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, program ini dirancang untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan pendampingan kepada masyarakat mengenai teknik budidaya ikan lele yang sederhana, produktif, dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan perangkat desa dan warga sekitar, dokumentasi, serta pendampingan langsung dalam proses pembangunan dan pengelolaan kolam ikan lele. Strategi revitalisasi dilakukan melalui pembuatan kolam ikan lele, penataan lokasi budidaya, penyebaran bibit ikan lele, serta pemberian arahan mengenai pemeliharaan, pemberian pakan, dan perawatan kualitas air. Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat secara aktif agar mereka memiliki rasa tanggung jawab terhadap keberlanjutan program. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya budidaya ikan lele sebagai sumber pangan alternatif. Selain itu, masyarakat memperoleh keterampilan baru dalam memelihara bibit ikan lele dan mengelola kolam secara mandiri. Program ini juga mendorong terbentuknya partisipasi kolektif dalam menjaga dan mengembangkan budidaya ikan lele di RT 9 Desa Petungsewu. Revitalisasi budidaya ikan lele ini tidak hanya mengembangkan kreativitas dan kinerja mahasiswa dalam kegiatan pengabdian, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat agar terus berkembang secara produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

References

Badan Standardisasi Nasional. (2002). SNI 01-6484.5-2002: Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) bagian 5: Produksi kelas pembesaran di kolam. Badan Standardisasi Nasional.

Diver, S. (2006). Aquaponics: Integration of hydroponics with aquaculture. ATTRA—National Sustainable Agriculture Information Service.

Rakocy, J. E., Masser, M. P., & Losordo, T. M. (2006). Recirculating aquaculture tank production systems: Aquaponics—Integrating fish and plant culture. Southern Regional Aquaculture Center.

Somerville, C., Cohen, M., Pantanella, E., Stankus, A., & Lovatelli, A. (2014). Small-scale aquaponic food production: Integrated fish and plant farming (FAO Fisheries and Aquaculture Technical Paper No. 589). Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Suarsana, M., Parmila, I. P., & Gunawan, K. A. (2019). Pengaruh konsentrasi nutrisi AB Mix terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy (Brassica rapa L.) dengan hidroponik sistem sumbu. Agro Bali: Agricultural Journal, 2(2), 98–105.

Yama, D. I., & Kartiko, H. (2020). Pertumbuhan dan kandungan klorofil pakcoy (Brassica rapa L.) pada beberapa konsentrasi AB Mix dengan sistem wick. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas, 24(1), 21–28.

Downloads

Published

2026-07-29