IbDM. Revitalisasi Seni Tradisional Melalui Pelatihan Membatik bagi Kelompok Masyarakat di Desa Kucur
Keywords:
IbDM, membatik, seni tradisional, pemberdayaan masyarakat, Desa KucurAbstract
Desa Kucur, yang terletak di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, memiliki luas wilayah 158.566 hektar dengan jumlah penduduk 5.690 jiwa. Sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai buruh, petani, serta di sektor non-formal. Dalam upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan ekonomi, program usulan Iptek bagi Desa Mitra (IbDM): Revitalisasi Seni Tradisional melalui Pelatihan Membatik bagi Kelompok Masyarakat di Desa Kucur dirancang untuk mengembangkan keterampilan membatik sebagai potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri. Program ini menargetkan kelompok masyarakat dari kelembagaan pendidikan maupun umum untuk memperoleh keterampilan membatik melalui metode pelatihan yang mencakup workshop intensif dan pendampingan langsung dari team pengabdian universitas. Dengan pendekatan ini, diharapkan peserta dapat mengembangkan keterampilan baru, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian seni tradisional, serta memiliki peluang ekonomi yang lebih baik. Evaluasi program dilakukan melalui survei guna mengukur peningkatan keterampilan, perubahan sikap terhadap seni tradisional, serta dampak ekonomi yang dihasilkan. Hasil dari program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga warisan budaya lokal sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat Desa Kucur melalui industri kreatif berbasis batik.
References
Akbar, T., Wijaksana, B., Metro, W., Bahrudin, A., & Hendratno, H. (2021). Pelatihan membatik bagi kelompok ibu rumah tangga Nagari Cubadak Kabupaten Tanah Datar. Jurnal Abdidas, 2(6), 1331–1337. https://doi.org/10.31004/abdidas.v2i6.473
Amalia, S., Kholifah, Z. L., Juliani, N. S., & Kasmahidayat, Y. (2024). Analisis proses pembelajaran membatik di Sanggar Batik Cikadu Tanjunglesung. Kolektif: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran, 1(2), 184–194. https://doi.org/10.70078/kolektif.v1i2.45
Datar, K. T., Kopi, B., Alami, P., Membatik, T., & Pariangan, N. (2025). Pelatihan teknik membatik dan strategi mempertahankan warna pada produk batik kopi Pariangan Sumatera Barat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 203–212.*
Gide, A. (2018). Pengembangan keterampilan wirausaha siswa melalui pelatihan membatik. Jurnal Kriya-Ornamen, 15(1), 65–72.*
Ingkir, Y., Wondal, R., & Arfa, U. (2020). Kegiatan membatik dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak. Jurnal Ilmiah Cahaya PAUD, 2(1), 92–105. https://doi.org/10.33387/cp.v2i1.2043
Oktaviana, F., Hidayat, S., & Mulyadiprana, A. (2024). Pendidikan karakter: Pembentukan cinta tanah air dan kreativitas peserta didik melalui program praktik membatik jumputan di sekolah dasar. Collase (Creative of Learning Students Elementary Education), 7(4), 643–652. https://doi.org/10.22460/collase.v7i4.19499
Pertiwi, A. D., Wahyuningsih, T., Layly, A. N., & Pertiwi, F. D. (2022). Implementasi pembelajaran membatik berbasis budaya pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 6225–6236. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.3298
Roostin, E. (2020). Upaya meningkatkan motorik halus dan kreativitas anak melalui teknik membatik sederhana. Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(2), 66–79. https://doi.org/10.19105/kiddo.v1i2.3481
Sumardiyono, S., Widjanarti, M. P., Chahyadhi, B., Suratna, F. S. N., Fauzi, R. P., Wijayanti, R., & Agathara, R. A. (2024). Pelatihan membatik tradisional bagi siswa sekolah dasar untuk melestarikan budaya bangsa. Jurnal Abdi Insani, 11(3), 247–261. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v11i3.1726
Susanti, K., & Azhar, F. (2020). Pengenalan proses membatik sebagai upaya pelestarian batik tulis. Senada: Semangat Nasional dalam Mengabdi, 1(1), 97–106. Retrieved from https://jurnalbima.id/index.php/senada/article/view/15


