QR Code untuk Digitalisasi Keanekaragaman Hayati dan Literasi Bahasa Inggris di SD Integral Luqman Alhakim Situbondo
Keywords:
digitalisasi, keanekaragaman hayati, QR Code, Bahasa Inggris, pembelajaran kontekstualAbstract
Integrasi teknologi digital dalam pendidikan dasar, khususnya dalam konteks pelestarian lingkungan dan penguatan literasi Bahasa Inggris, masih menghadapi berbagai kendala di tingkat sekolah. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi di SD Integral Luqman Al Hakim Situbondo, ditemukan sejumlah permasalahan utama, di antaranya ketiadaan sistem inventarisasi keanekaragaman hayati di lingkungan sekolah, keterbatasan media pembelajaran digital yang menarik dan relevan, rendahnya kontekstualisasi pembelajaran Bahasa Inggris, serta minimnya pemanfaatan teknologi oleh tenaga pendidik. Di samping itu, kesadaran siswa terhadap pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati juga masih tergolong rendah. Program ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran berbasis digital yang mengintegrasikan teknologi informasi, edukasi lingkungan, dan peningkatan kompetensi Bahasa Inggris secara kontekstual. Implementasi program melibatkan 20-30 guru, dan 100 siswa, meliputi pendataan 45 spesies tanaman di lingkungan sekolah yang untuk menghasilkan kode QR dan konten audiovisual berbahasa Inggris sebagai media pembelajaran interaktif. Kegiatan mencakup 1 sesi untuk sosialisasi, 5 sesi pelatihan, 1 kali penerapan teknologi dan uji coba, serta 1 kali evaluasi, yang terbukti berkontribusi terhadap penguatan literasi sains, bahasa, dan teknologi, sekaligus mendorong kesadaran ekologis sejak dini. Program ini juga mendukung peningkatan kapasitas guru dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pembelajaran tematik.
References
Bell, S. (2010). Project-Based Learning for the 21st Century: Skills for the Future. The Clearing House, 83(2), 39–43.
Chai, C. S., Koh, J. H. L., & Tsai, C. C. (2017). A Review of Technological Pedagogical Content Knowledge. Educational Technology & Society, 20(3), 252–264.
Fullan, M., & Langworthy, M. (2014). A Rich Seam: How New Pedagogies Find Deep Learning. Pearson.
García, O., & Wei, L. (2014). Translanguaging: Language, Bilingualism and Education. Palgrave Macmillan.
Johnson, E. B. (2002). Contextual Teaching and Learning: What It Is and Why It’s Here to Stay. Corwin Press.
Kemendikbudristek. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen. Jakarta: Direktorat Jenderal GTK.
Khoiriyah, A., & Husamah, H. (2018). Problem-Based Learning: Kreatifitas, Keterampilan Berpikir Kritis, dan Kemampuan Kognitif Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 4(2), 123–134.
Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Putra, A. P., Handayani, L., & Sari, P. D. (2023). Pemanfaatan Teknologi QR Code dalam Pembelajaran Kontekstual Berbasis Lingkungan Sekolah Dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 9(1), 45–53.
Rahmawati, S., & Ridlo, S. (2019). Pengembangan Media Pembelajaran Biologi Berbasis Lingkungan Sekitar dalam Meningkatkan Literasi Sains. Jurnal Pendidikan Sains, 7(2), 73–79.
Setiawan, R., Supriatna, N., & Yuliana, S. (2020). Eksplorasi Keanekaragaman Hayati Sekolah sebagai Sumber Belajar Kontekstual. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 9(1), 88–96.
Thomas, J. W. (2000). A Review of Research on Project-Based Learning. The Autodesk Foundation.
Trilling, B., & Fadel, C. (2009). 21st Century Skills: Learning for Life in Our Times. Jossey-Bass.
Walsh, M. (2010). Multimodal Literacy: New Literacies and the English Curriculum. eLit Project, Department of Education and Training.
Yunus, M. M., Hashim, H., Embi, M. A., & Lubis, M. A. (2021). Integrating Technology in Teaching and Learning English: An Overview. Creative Education, 12(3), 1–9.


