Pelatihan dan Aplikasi Pupuk Organik dari Limbah Kulit Kakao bagi Petani di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi
Keywords:
limbah kulit buah kakao, kesuburan lahan, pupuk organik, pupuk anorganikAbstract
Desa Sejahtera termasuk salah satu sentra pengembangan kakao di Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Secara astronomis Desa Sejahtera terletak pada posisi 119°38’45’’ - 120°21’24’’ Bujur Timur dan 0°52’16’’ - 2°03’21’’ Lintang Selatan, berjarak 66 km dari kota Palu dan dapat ditempuh dengan semua jenis kendaraaan bermotor. Pekerjaan utama masyarakat di Desa Sejahtera umumnya adalah petani dengan komoditi yang diusahakan adalah kakao. Produktivitas kakao yang dicapai petani saat ini masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan rata-rata produksi kakao nasional, hal tersebut disebabkan antara lain berkurangnya kualitas lahan akibat praktik budidaya yang kurang berkelanjutan. Program pengabdian kepada masyarakat yang diikuti sebanyak 20 orang dari kelompok tani Tunas Harapan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan dan aplikasi pupuk organik berbahan limbah kulit buah kakao. Metode yang diterapkan adalah pelatihan dan demonstrasi teknologi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa petani dapat memanfaatkan limbah kulit buah kakao menjadi pupuk organik, dan dapat mengaplikasikan ke lahan usaha taninya. Pengetahuan dan keterampilan 20 orang peserta dalam pembuatan dan pengaplikasian pupuk organik berbahan limbah kulit buah kakao meningkat masing-masing sebesar 75% dan 50%. Pupuk organik berbahan limbah kulit kakao yang sudah dihasilkan oleh petani mitra untuk setiap kali memproduksi pupuk organik tersebut berkisar antar 300-500 kg yang dihasilkan selama waktu 3 minggu pengomposan bahan organik. Dengan pengembangan dan produksi pupuk organik maka ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik dapat dikurangi.
References
Adawiyah, C. R. (2018). Urgensi komunikasi dalam kelompok kecil untuk mempercepat proses adopsi teknologi pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 35(1), 59–74. https://doi.org/10.21082/fae.v35n1.2017.59-74
Ade, Y. N., Jeksen, J., & Heliana, A. (2023). Pemanfaatan limbah kulit kakao (Theobroma cacao L.) sebagai pakan ternak. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 5(4), 26–31. https://doi.org/10.57214/pengabmas.v5i4.379
Anoraga, S. B., Shamsudin, R., Hamzah, M. H., Sharif, S., & Saputro, A. D. (2024). Cocoa by-products: A comprehensive review on potential uses, waste management, and emerging green technologies for cocoa pod husk utilization. Heliyon, 10(16), e35537. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e35537
Ardiani, F., Noviana, G., Astuti, Y. T. M., & Rochmiyati, S. M. (2023). Sosialisasi pemanfaatan limbah kulit buah kakao melalui pelatihan pembuatan eco-enzyme. Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), 5(3), 523–530. https://doi.org/10.36312/sasambo.v5i3.1318
Ariningsih, E., Purba, H. J., Sinuraya, J. F., Septanti, K. S., & Suharyono, S. (2021). Permasalahan dan strategi peningkatan produksi dan mutu kakao Indonesia. Analisis Kebijakan Pertanian, 19(1), 89–108. https://doi.org/10.21082/akp.v19n1.2021.89-108
Badan Pusat Statistik Indonesia. (2023). Statistik kakao Indonesia (Indonesia cocoa statistics). Badan Pusat Statistik – BPS Statistics Indonesia, 7(2), 73 hlm.
Belwal, T., Cravotto, C., Ramola, S., Thakur, M., Chemat, F., & Cravotto, G. (2022). Bioactive compounds from cocoa husk: Extraction, analysis and applications in food production chain. Foods, 11(6), 798. https://doi.org/10.3390/foods11060798
Budianto, A., Romiarto, R., & Fitrianingtyas, F. (2016). Pemanfaatan limbah kakao (Theobroma cacao L.) sebagai karbon aktif dengan aktivator termal dan kimia. Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan IV, 206–212.
Campos-Vega, R., Nieto-Figueroa, K. H., & Oomah, B. D. (2018). Cocoa (Theobroma cacao L.) pod husk: Renewable source of bioactive compounds. Trends in Food Science & Technology, 81, 172–184. https://doi.org/10.1016/j.tifs.2018.09.022
Gutiérrez-Macías, P., Mirón-Mérida, V. A., Rodríguez-Nava, C. O., & Barragán-Huerta, B. E. (2021). Cocoa: Beyond chocolate, a promising material for potential value-added products. In Valorization of Agri-Food Wastes and By-Products (pp. 267–288). Elsevier. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-824044-1.00038-6
Hayati, N., Maksum, H., Made, U., & Rahmawati, S. (2021). Program Desa Mitra: Penerapan zero waste agriculture melalui pembuatan pupuk organik cair biokultur dan biourin. Abditani: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 80–83.
Lasmini, S. A., Wahyudi, I., Rosmini, R., Nasir, B., & Edy, N. (2019). Combined application of mulches and organic fertilizers enhance shallot production in dryland. Agronomy Research, 17(1), 165–175. https://doi.org/10.15159/AR.19.017
Managanta, A. A., Loliwu, Y. A., & Lantu, I. P. (2024). Development of animal feed based on cocoa shell waste in the Tomata Ndeme Farmer Group. Community Empowerment, 9(12), 1794–1802. https://doi.org/10.31603/ce.12332
Meena, R., Kumar, S., Datta, R., Lal, R., Vijayakumar, V., Brtnicky, M., Sharma, M., Yadav, G., Jhariya, M., Jangir, C., Pathan, S., Dokulilova, T., Pecina, V., & Marfo, T. (2020). Impact of agrochemicals on soil microbiota and management: A review. Land, 9(2), 34. https://doi.org/10.3390/land9020034
Misra, H. P. (2014). Role of botanicals, biopesticides and bioagents in integrated pest management. Odisha Review, 6, 1–5.
Muhammad Azis, M., Ridwan Tikollah, M., Sahade, S., Fajriani, A., & Samsinar, S. (2023). Hama dan penyakit pada tanaman kakao. Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat, 1(4), 53–59. https://doi.org/10.47861/jipm-nalanda.v1i4.544
PACE. (2023). Navigating the opportunities and challenges of integrating circularity into the cocoa value chain (Part 2). Platform for Accelerating the Circular Economy (PACE). https://pacecircular-org.translate.goog/index.php/?
Pandian, K., Mustaffa, M. R. A. F., Mahalingam, G., Paramasivam, A., John Prince, A., Gajendiren, M., Rafiqi Mohammad, A. R., & Varanasi, S. T. (2024). Synergistic conservation approaches for nurturing soil, food security and human health towards sustainable development goals. Journal of Hazardous Materials Advances, 16, 100479. https://doi.org/10.1016/j.hazadv.2024.100479
Pasaru, F., Khasanah, N., Nasir, B. H., Wahid, A., Jusriadi, J., & Asrul, A. (2023). Diseminasi teknologi pengelolaan limbah organik sebagai pupuk organik dan pestisida ramah lingkungan pada petani sayuran di Kabupaten Sigi. Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR), 6, 1–6. https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v6i0.2056
USAID. (2024). Circular economy for cocoa pods. BioCycle: The Organics Recycling Authority. https://www-biocycle-net.translate.goog/cocoa-pod-circular-economy/?
Valadez-Carmona, L., Ortiz-Moreno, A., Ceballos-Reyes, G., Mendiola, J. A., & Ibáñez, E. (2018). Valorization of cacao pod husk through supercritical fluid extraction of phenolic compounds. The Journal of Supercritical Fluids, 131, 99–105. https://doi.org/10.1016/j.supflu.2017.09.011


