Edukasi Kesehatan Mata di Car-Free Day Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah

Authors

  • Asti Arum Sari Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Wahyu Utami
  • Tanti Azizah Sujono
  • Ika Trisharyanti Dian Kusumowati
  • Aulia Pungky Merlindasari
  • Mira Shofiah
  • Abil Lia Wati
  • Sabrina Dian Parasika Ujiantya
  • Sandika Rahmadani

Keywords:

car-free day, edukasi masyarakat, kesehatan mata, literasi kesehatan

Abstract

Gangguan penglihatan merupakan masalah kesehatan mata yang dapat mempengaruhi produktivitas dan kualitas hidup penderitanya. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan dan pencegahan gangguan mata menyebabkan tingginya prevalensi kelainan refraksi dan katarak di Indonesia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kesadaran pentingnya kesehatan mata masyarakat melalui edukasi langsung di ruang publik seperti Car-Free Day (CFD). Kegiatan dilaksanakan pada 23 Februari 2025 dengan metode penyuluhan langsung dan pembagian leaflet informatif pada peserta pemeriksaan gula darah, asam urat, dan/atau kolesterol di CFD Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Materi edukasi mencakup macam-macam penyakit mata, tips menjaga kesehatan mata, serta tips untuk menghindari mata lelah. Peserta memberikan respon yang positif dan beberapa belum pernah memperoleh informasi serupa dan tertarik untuk mulai menjaga kesehatan matanya. Aktivitas ini mengindikasikan bahwa pendekatan edukatif berbasis komunitas di ruang publik dapat secara efektif menjangkau kelompok sasaran yang lebih luas. CFD menjadi sarana yang berpotensi untuk intervensi promotif-preventif yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal dalam isu kesehatan mata. Pendidikan yang sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami terbukti dapat menumbuhkan kesadaran baru dalam masyarakat.

References

Adriono, G. (2011). Use of eye care services among diabetic patients in urban Indonesia. Archives of Ophthalmology, 129(7), 930. https://doi.org/10.1001/archophthalmol.2011.147

Ameliany, M. V., & Ermawati, S. (2022). Pengaruh katarak senilis terhadap aktivitas sehari-hari. Proceeding of the 15th Continuing Medical Education, 1021–1030.

Firdani, F., Aliffa, S. P., & Azkha, N. (2023). Faktor risiko keluhan digital eye strain pada mahasiswa karena peningkatan penggunaan perangkat digital di masa pembelajaran daring. Jurnal Kesehatan Indonesia, 13(2), 100. https://doi.org/10.33657/jurkessia.v13i2.796

Keay, L., Ren, K., Nguyen, H., Vajdic, C., Odutola, M., Gyawali, R., Toomey, M., Peters, R., Ee, N., Dillon, L., Hackett, M., Ah Tong, B., D’Esposito, F., Faulmann, D., Burton, M., Ramke, J., & Jalbert, I. (2022). Risk factors common to leading eye health conditions and major non-communicable diseases: A rapid review and commentary. F1000Research, 11, 1289. https://doi.org/10.12688/f1000research.123815.1

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Laporan nasional Riskesdas 2018. Lembaga Penerbit Balitbangkes.

Marella, M., Smith, F., Hilfi, L., & Sunjaya, D. K. (2018). Factors influencing disability inclusion in general eye health services in Bandung, Indonesia: A qualitative study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 16(1), 23. https://doi.org/10.3390/ijerph16010023

Merle, B. M. J., Moreau, G., Ozguler, A., Srour, B., Cougnard-Grégoire, A., Goldberg, M., Zins, M., & Delcourt, C. (2018). Unhealthy behaviours and risk of visual impairment: The CONSTANCES population-based cohort. Scientific Reports, 8, 6569. https://doi.org/10.1038/s41598-018-24822-0

Pucker, A., Kerr, A., Sanderson, J., & Lievens, C. (2024). Digital eye strain: Updated perspectives. Clinical Optometry, 16, 233–246. https://doi.org/10.2147/OPTO.S412382

Rein, D. B., Wittenborn, J. S., Zhang, P., Sublett, F., Lamuda, P. A., Lundeen, E. A., & Saaddine, J. (2022). The economic burden of vision loss and blindness in the United States. Ophthalmology, 129(4), 369–378. https://doi.org/10.1016/j.ophtha.2021.09.010

Rif’Ati, L., Halim, A., Lestari, Y. D., Moeloek, N. F., & Limburg, H. (2021). Blindness and visual impairment situation in Indonesia based on rapid assessment of avoidable blindness surveys in 15 provinces. Ophthalmic Epidemiology, 28(5), 408–419. https://doi.org/10.1080/09286586.2020.1853178

Sanusi, O. N., Ishartadiati, K., & Utami, S. L. (2024). Studi literatur: Hubungan antara lama screen time gawai dengan kesehatan mata pada dewasa muda. [Nama prosiding/jurnal tidak disebutkan].

Sari, D. L. (2025). Evaluation of digital eye fatigue in computer users: An optometry perspective. HEARTY, 13(1), 243–251. https://doi.org/10.32832/hearty.v13i1.18736

Wahyuningrum, E., Ina, A. A., & Marlinda, E. (2021). Hubungan antara screen-based activity dengan ketajaman penglihatan anak usia sekolah. Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 9(2), 180. https://doi.org/10.20527/dk.v9i2.8448

Wartiningsih, M. (2023). Analysis of screen-based activity on digital eye strain in school-age children in Peniwen Village, Malang, East Java. Asian Journal of Health Research, 2(1), 50–56. https://doi.org/10.55561/ajhr.v2i1.98

Widjaja, S. A., Hiratsuka, Y., Ono, K., Yustiarini, I., Nurwasis, N., & Murakami, A. (2021). Ocular trauma trends in Indonesia: Poor initial uncorrected visual acuity associated with mechanism of injury. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 9(B), 903–908. https://doi.org/10.3889/oamjms.2021.6862

World Health Organization. (2019). World report on vision. World Health Organization.

Downloads

Published

2025-10-31