Revitalisasi Sumber Air Kucur dalam Pelestarian Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat di Dusun Pandan Selatan
Keywords:
Revitalisasi sumber air, partisipasi masyarakat, biofilter alami, pelestarian lingkungan, kualitas airAbstract
Program revitalisasi Sumber Air Kucur di Dusun Pandan Selatan, Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, dilatarbelakangi oleh penurunan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan dan kelestarian sumber air yang mengakibatkan pencemaran, terutama oleh limbah plastik. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya partisipasi masyarakat dan keterbatasan pengetahuan teknis dalam pengelolaan sumber air yang berkelanjutan. Metode pemecahan yang diterapkan meliputi partisipasi aktif masyarakat melalui kegiatan pembersihan lingkungan, penghijauan, penyebaran bibit ikan sebagai teknik biofiltrasi alami, pemasangan plang informasi, dan penyediaan tempat sampah di sekitar sumber air. Temuan saintifik menunjukkan bahwa penggunaan biofilter alami melalui penyebaran bibit ikan berhasil meningkatkan kualitas air dengan menurunkan tingkat pencemaran, sementara partisipasi masyarakat meningkat hingga 70% dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan. Implementasi metode ini berdampak pada perbaikan kualitas air dan pengurangan sampah plastik yang mencemari sumber air, serta peningkatan kesadaran dan pemberdayaan masyarakat sebagai pilar utama pengelolaan sumber air. Kesimpulannya, revitalisasi Sumber Air Kucur berhasil mengembalikan fungsi sumber air sebagai aset penting bagi kehidupan masyarakat setempat dengan kualitas air yang lebih bersih dan lingkungan yang lebih sehat, sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara teknologi sederhana dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian sumber daya alam secara berkelanjutan.
References
Aliyani, N., & Mafruhat, A. Y. (2022). Strategi percepatan pembangunan desa berkembang: Upaya menuju desa mandiri yang berkelanjutan. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis, 1(2), 145–157. https://doi.org/10.29313/jrieb.v1i2.514
Arfiati, D., Dayuti, S., Widi, A. P. S., & Cokrowati, N. (2019). Penurunan bahan organik sisa aktivitas budidaya organisme air. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 2(1). https://doi.org/10.29303/jpmpi.v1i2.292
Barang, M. H. D., & Saptomo, S. K. (2019). Analisis kualitas air pada jalur distribusi air bersih di Gedung Baru Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 4(1), 13–24. https://doi.org/10.29244/jsil.4.1.13-24
Fakhruddin, Y. A. A. (2024). Sumber daya kearifan lokal untuk konservasi lingkungan hidup. Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains, 5(1), 100–108. https://doi.org/10.55448/xg63eb94
Fakhriyah, Y., & Marianti, A. (2021). Integrasi smart water management berbasis kearifan lokal sebagai upaya konservasi sumber daya air di Indonesia. Indonesian Journal of Conservation, 10(1), 41–67. https://doi.org/10.15294/ijc.v10i1.31036
Farhan, A., Lauren, C. C., & Fuzain, N. A. (2023). Analisis faktor pencemaran air dan dampak pola konsumsi masyarakat di Indonesia. Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains, 2(12), 1095–1103. https://doi.org/10.58812/jhhws.v2i12.803
Gafur, A., Hamzah, W., & Syam, N. (2022). Pemanfaatan sumber air bersih yang sehat bagi masyarakat di Desa Pucak Kec. Tompobulu, Kab. Maros. Window of Community Dedication Journal, 3(1), 32–41. https://doi.org/10.33096/wocd.v3i1.787
Hildawati, N., Meliyana, M., Selviana, R. E., & lainnya. (2021). Edukasi masyarakat peduli air bersih dalam upaya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang cara pengelolaan air minum. Selaparang, 8(3), 416–424. Retrieved from http://journal.ummat.ac.id/index.php/jpmb/article/view/5583
Manune, S. Y., Nono, K. M., & Damanik, D. E. R. (2019). Analisis kualitas air pada sumber mata air di Desa Tolnaku Kecamatan Fatule’u Kabupaten Kupang. Jurnal Biotropikal Sains, 16(1), 41.
Mulyanti, D. (2022). Kearifan lokal masyarakat terhadap sumber mata air sebagai upaya konservasi dan pengelolaan sumber daya lingkungan. Bina Hukum Lingkungan, 6(3), 410–424. https://doi.org/10.24970/bhl.v6i3.286
Muzayana, F. U., & Hariani, S. (2019). Analisis warna, bau dan pH air di sekitar tempat pembuangan akhir II Karya Jaya Musi 2 Palembang. Alkimia: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan, 3(1), 16–19. https://doi.org/10.19109/alkimia.v3i1.3138
Pratiwi, I. P. (2021). Pelaksanaan kegiatan penghijauan dalam menjaga lingkungan di Desa Kampung Madura Kecamatan Kuantan Hilir Kabupaten Kuantan Singigi. Journal of Community Services Public Affairs, 1(2), 57–61. https://doi.org/10.46730/jcspa.v1i2.22
Rukminasari, N., Nurdin, N., Yaqin, K., Umar, M. T., Irmawati, I., & Yanuarita, D. (2020). Pengenalan penggunaan biofilter sebagai upaya mengatasi pencemaran bahan organik di perairan tambak di Kelurahan Lakkang, Kota Makassar. Panrita Abdi: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 4(1), 119. https://doi.org/10.20956/pa.v4i1.6726
Salsabila, N. F., Raharjo, M., & Joko, T. (2023). Indeks pencemaran air sungai dan persebaran penyakit yang ditularkan air (waterborne diseases): Suatu kajian sistematis. Environmental Occupational Health and Safety Journal, 4(1), 24–34. https://doi.org/10.24853/eohjs.4.1.24-34
Taufiqurrahman, A., & Windarta, J. (2020). Overview potensi dan perkembangan pemanfaatan energi air di Indonesia. Jurnal Energi Baru dan Terbarukan, 1(3), 124–132. https://doi.org/10.14710/jebt.2020.10036


