Edukasi Bijak Menggunakan Antibiotik pada Kelompok Ibu PKK Desa Tarik Sidoarjo

Authors

  • Bella Fevi Aristia Universitas Anwar Medika
  • Yani Ambari
  • Arista Wahyuningsih
  • Dewi Rahmawati
  • Irvan Charles Seran Klau
  • Sisilia Nafidzah Hanin

Keywords:

antibiotik, resistensi, edukasi, tingkat pengetahuan

Abstract

Penggunaan antibiotik sebagai obat anti infeksi bakteri sering disalah gunakan sehingga meningkatkan kasus resistensi. Resistensi menjadi permasalahan kesehatan global yang disebabkan karena kurangnya pengetahuan, sikap ceroboh, dan persepsi yang salah dari masyarakat. WHO menghimbau keterlibatan publik untuk meningkatkan penggunaan antibiotik secara rasional. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, masih banyak masyarakat yang membeli antibiotik tanpa resep dokter, menyimpan sisa antibiotik, dan berhenti menggunakan antibiotik saat merasa penyakitnya membaik. Perilaku tersebut terjadi karena kurangnya pemahaman dari masyarakat akan bahaya penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Salah satu upaya pemecahan masalah yang bisa dilakukan oleh apoteker adalah dengan memberikan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan penggunaan antibiotik yang rasional. Pengetahuan masyarakat diukur menggunakan kuesioner pretest dan posttest untuk mengetahui efektifitas dari edukasi yang diberikan. Sebelum edukasi didapatkan hasil mayoritas warga memiliki tingkat pengetahuan rendah tentang antibiotik sejumlah 39 warga (83,0%) dengan nilai rerata pengetahuan pretest 6,79 ± 1,7. Setelah dilakukan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat sebanyak 41 warga (87,2%) dengan nilai rata-rata sebesar 11,77 ± 2,44. Berdasarkan analisa statistik terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan postest (p=0,000), sehingga dapat disimpulkan dengan pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan akan penggunaan antibiotic yang rasional. Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan tentang antibiotik ini warga dapat menerapkan perilaku yang bijak terhadap penggunaan antibiotik sehingga mampu menekan angka resistensi bakteri dan penggunaan antibiotik yang tidak rasional.

References

Chowdhury F, Sturm-Ramirez K, Mamun AA, et al. (2018). Effectiveness of an educational intervention to improve antibiotic dispensing practices for acute respiratory illness among drug sellers in pharmacies, a pilot study in Bangladesh. BMC Health Serv Res. 18 (1): 676. doi:10.1186/s12913-018-3486-y

Departemen Kesehatan. (2012). Profil Kesehatan Republik Indonesia tahun 2012. Departemen Kesehatan: Jakarta.

Hutchings MI, Truman AW, Wilkinson B. (2019). Antibiotics: past, present and future. Curr Opin Microbiol. 51:72–80. doi:10.1016/j.mib.2019.10.008

Ihsan, S., Kartina, K., & Akib, N. I. (2016). Studi Penggunaan Antibiotik Non Resrp Di Apotek Komunitas Kota Kendari. Media Farmasi, 13(2), 272–284.

Kurniawati, L. H. (2019). Hubungan Pengetahuan Masyarakat Terhadap Perilaku Penggunaan Antibiotik (Studi Kasus pada Konsumen Apotek-Apotek di Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan). Skripsi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Malang

Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Pratiwi,Y. & Anggiani,F. (2020). Hubungan Edukasi terhadap Peningkatan pengetahuan Masyarakat pada Penggunaan Antibiotik di Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Cendekia Journal of Pharmacy. 4 (2). 149-155. https://doi.org/10.31596/cjp.v4i2.108

San Millan A. (2018). Evolution of plasmid-mediated antibiotic resistance in the clinical context. Trends Microbiol. 26(12): 978–985. doi:10.1016/j.tim.2018.06.007

World Health Organization (2001) WHO Global Strategy for Containment of AntimicrobialResistance.WHO/CDS/CSR/DRS/2001.2.Available:http://www.who.int/csr/resources/publications/drugresist/en/EGlobal_Strat.pdf. Accessed 11 July 2014.

Wowiling,C., Goenawi, L.R., Citraningtyas, G. (2013). Pengaruh Penyuluhan Penggunaan Antibiotik terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat di Kota Manado. Jurnal Ilmiah Farmasi. 2(3). 24-28. https://doi.org/10.35799/pha.2.2013.2327

Downloads

Published

2023-12-20