INTERVENSI EDUKATIF PENCEGAHAN GANGGUAN KESEHATAN MENTAL MELALUI REFLEKSI DIRI DAN MEDIA SELF-CARE DI KOMUNITAS AIH

Authors

  • Verlita Evelyn Program Pendidikan Bahasa Mandarin, Universitas Ma Chung
  • Rosina Clarissa Teyseran Program Pendidikan Bahasa Mandarin, Universitas Ma Chung
  • Nickholas Kevin Susanto Program Pendidikan Bahasa Mandarin, Universitas Ma Chung
  • Vicki Febrian Cahyono Program Pendidikan Bahasa Mandarin, Universitas Ma Chung

Keywords:

kesehatan mental, self care, refleksi diri, edukasi

Abstract

Kesehatan mental merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak dan remaja, khususnya yang berasal dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi. Hal ini membuat banyak komunitas lebih mengarah pada kegiatan-kegiatan yang dapat berdampak baik terhadap kesehatan mental anak. Salah satunya adalah Komunitas Anak Indonesia Hebat (AIH), sebuah komunitas yang fokus pada pendidikan anak-anak dari kelompok marginal yang menghadapi tantangan berupa terbatasnya akses bantuan belajar dan berbagai kondisi sosial ekonomi. Namun, Komunitas AIH belum menyelenggarakan kegiatan yang dapat mendukung kesehatan mental anak. Berdasarkan kondisi tersebut, program Intervensi Edukatif Pencegahan Gangguan Kesehatan Mental melalui Refleksi Diri dan Media Self-Care di Komunitas AIH sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman anak-anak mengenai kesehatan mental perlu dilakukan. Program ini dilaksanakan dalam dua tahap pelaksanaan, yaitu Focus Group Discussion (FGD) dan penyampaian materi. Sesi penyampaian materi kemudian dibagi menjadi dua sesi kegiatan, sesi pertama tentang anxiety dan depresi dengan journal tracker sebagai media untuk refleksi diri dan sesi kedua tentang self-love dengan self-care jar sebagai media self-care. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak tentang betapa pentingnya menjaga kesehatan mental dan membantu anak-anak di Komunitas AIH mengenali kondisi emosional dirinya. Melalui pendekatan edukatif dan reflektif yang sederhana serta mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental, mengembangkan kemampuan self-care yang positif. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan literasi kesehata mental anak-anak di Komunitas AIH serta dapat menjadi referensi bagi komunitas dalam mengembangkan program edukasi kesehatan mental berbasis komunitas di masa mendatang.

References

Cho, M., Park, D., Choo, M., Han, D. H., & Kim, J. (2025). Adolescent self-reflection process through self-recording on multiple health metrics: qualitative study. J Med Internet Res., 27, 1-15. https://doi.org/10.2196/62962

Ehsan, F., Iqbal, S., Younis, M. A., & Khalid, M. (2024). An educational intervention to enhance self-care practices among 1st year dental students- a mixed method study design. BMC Medical Education, 24(1304). https://doi.org/https://doi.org/10.1186/s12909-024-06198-0

Fre?ian, A. M., Graf, P., Kirchhoff, S., Glinphratum, G., Bollweg, T. M., Sauzet, O., & Bauer, U. (2021). The long-term effectiveness of interventions addressing mental health literacy and stigma of mental illness in children and adolescents: systematic review and meta-analysis. International Journal of Public Health, 66. https://doi.org/https://doi.org/10.3389/ijph.2021.1604072

Khairunnisa, S., & Usiono. (2023). Pentingnya menjaga mental health pada anak remaja: systematic literature review. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 31479–31484. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jptam.v7i3.12137

Kusumawati, R. N., Hakim, M. A., Mardiyah, Z., Wicaksono, B., Saniatuzzulfa, R., Nugroho, A. A., Agustina, L. S., Scarvanovi, B. W., Kurnianingsih, S., & Geraldina, A. M. (2024). Psikoedukasi kesehatan mental dan praktik self healing pada remaja. Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 42-49. https://doi.org/https://doi.org/10.36709/amalilmiah.v6i1.233

Nabila, D. F., Haskas, Y., & Fauzia, L. (2024). Hubungan self management: self care dengan kesehatan mental pada siswa kelas XII di sman 5 kota makassar. JIMPK : Jurnal Ilmiah Mahasiswa& Penelitian Keperawatan, 4(4), 90-95. https://doi.org/https://doi.org/10.35892/jimpk.v4i4.1604

Pakerti, M. I. (2023). Narrative review: hubungan literasi kesehatan mental dan intensi mencari bantuan pada remaja. Jurnal Syntax Fusion, 3(5), 493-501. https://doi.org/https://doi.org/10.54543/fusion.v3i05.303

Santre, S. (2022). Mental health promotion in adolescents. Journal of Indian Association for Child and Adolescent Mental Health, 18(2), 122-127. https://doi.org/10.1177/09731342221120709

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan r&d. CV Alfabeta.

Town, R., Hayes, D., March, A., Fonagy, P., & Stapley, E. (2024). Self-management, self-care, and self-help in adolescents with emotional problems: a scoping review. European Child & Adolescent Psychiatry, 33, 2929–2956. https://doi.org/https://doi.org/10.1007/s00787-022-02134-z

Willmot, R. A., Sharp, R. A., Kassim, A. A., & Parkinson, J. A. (2022). A scoping review of community-based mental health intervention for children and adolescents in south asia. Cambridge Prisms: Global Mental Health, 10, 1-18. https://doi.org/https://doi.org/10.1017/gmh.2022.49

Downloads

Published

2026-08-01