PENCEGAHAN ANEMIA DENGAN MENGATUR POLA MAKAN SEHAT
Keywords:
anemia, pola makan sehat, remaja, seminar kesehatan, edukasi giziAbstract
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja dan dapat memengaruhi konsentrasi belajar, produktivitas, serta kualitas hidup. Berdasarkan berbagai laporan kesehatan, remaja, terutama remaja putri, termasuk kelompok yang rentan mengalami anemia akibat peningkatan kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan serta kurangnya penerapan pola makan yang seimbang. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kejadian anemia adalah pola makan yang kurang beragam dan rendah asupan zat besi. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai pencegahan anemia melalui penerapan pola makan sehat. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk seminar edukatif yang bekerja sama dengan komunitas terkait dan ditujukan kepada siswa kelas XII SMK Negeri 3 Malang. Materi yang disampaikan meliputi pengertian anemia, faktor penyebab dan faktor risiko, tanda dan gejala, dampak anemia terhadap kesehatan, serta pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung zat besi, asam folat, vitamin B12, dan vitamin C. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pemaparan materi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab dengan peserta. Selain itu, peserta juga diberikan informasi mengenai pentingnya mengenali gejala anemia sejak dini serta memilih makanan yang mendukung pembentukan hemoglobin. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi melalui keterlibatan aktif dalam diskusi dan pertanyaan yang diajukan terkait pencegahan anemia serta pemilihan makanan sehat. Seminar ini memberikan wawasan kepada siswa mengenai pentingnya menjaga pola makan sehat sebagai upaya pencegahan anemia sejak dini. Dengan meningkatnya pemahaman peserta, diharapkan kesadaran untuk menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang dapat terus berkembang sehingga mendukung kesehatan, aktivitas belajar, dan kualitas hidup remaja secara optimal.
References
Agustina, R., Wirawan, F., Sadariskar, A. A., Setianingsih, A. A., Nadiya, K., Prafiantini, E., Asri, E. K., Purwanti, T. S., Kusyuniati, S., Karyadi, E., & Kumar, M. (2022). Associations of knowledge, attitude, and practices toward anemia with anemia prevalence and height-for-age z-score among Indonesian adolescent girls. Food and Nutrition Bulletin, 43(4), 381–394. https://doi.org/10.1177/03795721221131669
Angreiniboti, A. (2022). Program gizi remaja aksi bergizi upaya mengatasi anemia pada
remaja putri di Indonesia. Prosiding Seminar Kesehatan Perintis, 5(2), 60–66. https://jurnalupertis.com/index.php/PSKP/article/view/949
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Ernawati, E., Baso, Y. S., Hidayanty, H., Syarif, S., Aminuddin, A., & Bahar, B. (2022). The effects of anemia education using web-based She Smart to improve knowledge, attitudes, and practice in adolescent girls. International Journal of Health Sciences, 6(S1), 44–49. https://doi.org/10.53730/ijhs.v6nS1.4798
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Surat edaran Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Nomor HK.03.03/V/0595/2016 tentang pemberian tablet tambah darah pada remaja putri dan wanita usia subur. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Hasil utama Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Putri, H. P., & Fauziyah, A. (2023). Knowledge about anemia and physical activity with the incidence of anemia among adolescent girls. Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA), 5(2), 142–149. https://doi.org/10.36590/jika.v5i2.520
World Health Organization. (2019). Prevalence of anaemia in non-pregnant women (aged 15–49 years) (%). World Health Organization.
Yulianingsih, E., Yanti, F. D., & Hulawa, D. (2023). Health education using booklet to increase knowledge on anemia among adolescent girls. EMBRIO: Jurnal Kebidanan, 15(1), 50–58. https://doi.org/10.36456/embrio.v15i1.6829

