PEMBERDAYAAN WARGA KELURAHAN SUKUN DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DAPUR MENJADI ECO ENZYME
Keywords:
sampah organik, eco-enzyme, pemberdayaan pkk, kelurahan sukun, kelestarian lingkunganAbstract
Masalah penumpukan sampah organik rumah tangga dan dampaknya terhadap infrastruktur lingkungan, seperti penyumbatan saluran drainase dan timbulnya bau tidak sedap, masih menjadi persoalan di wilayah perkotaan padat penduduk. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah organik menyebabkan limbah dapur umumnya dibuang bersama sampah anorganik sehingga meningkatkan volume sampah. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pengolahan limbah organik menjadi eco-enzyme, yaitu cairan hasil fermentasi limbah organik yang bermanfaat sebagai pembersih alami, pupuk cair, dan pengurai limbah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan warga RT 15/RW 08 Kelurahan Sukun, Kota Malang, khususnya kelompok ibu PKK, dalam mengurangi volume sampah dapur melalui pemanfaatan limbah organik menjadi eco-enzyme. Metode pelaksanaan meliputi pendidikan masyarakat, pelatihan dan praktik pembuatan eco-enzyme di area "Pojok Kampung", serta pendampingan selama proses fermentasi selama tiga bulan. Evaluasi dilakukan secara kuantitatif melalui pengukuran tingkat partisipasi masyarakat, peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi, jumlah limbah organik yang diolah, volume eco-enzyme yang dihasilkan, serta pengamatan kualitas visual cairan hasil fermentasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman warga mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik dari 20% menjadi 95%. Sebanyak 15 liter eco-enzyme berhasil diproduksi pada tahap awal dengan memanfaatkan 4,5 kg limbah kulit buah dan sayuran. Program ini juga memberikan dampak positif berupa berkurangnya endapan sampah organik di saluran drainase, berkurangnya bau tidak sedap, serta meningkatnya keterampilan warga dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang bernilai guna. Dengan demikian, program ini efektif mewujudkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
References
Arun, C., & Sivashanmugam, P. (2015). Investigation of biocatalytic potential of garbage enzyme and its influence on stabilization of industrial waste activated sludge. Process Safety and Environmental Protection, 94, 471–478. https://doi.org/10.1016/j.psep.2014.10.008
Gumilar, G. G., Kadarohman, A., & Nahadi. (2023). Ecoenzyme production, characteristics and applications: A review. Jurnal Kartika Kimia, 6(1), 45–59. https://doi.org/10.26874/jkk.v6i1.186
Ningsih, A. P. (2023). Production of eco-enzymes from fruit peel waste as an effort to address organic waste management issues in Indonesia. Jurnal Biosains, 9(2). https://doi.org/10.24114/jbio.v9i2.49179
Nurlaela, S., Wijoyo, A. K., Mei, A., Putri, R., Melinda, D., & Sasan, C. Y. (2023). Strategi membangun sistem pengelolaan sampah mandiri berbasis komunitas. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(5), 605–611.
Pabba, M., Veena, G., Am, P., Krishna, S., Sridhar, S., & Sahu, N. (2024). Exploring fruit peels for eco-friendly bio-enzymes: Synthesis, properties, and sustainable applications. Food Science and Nutrition Technology. https://doi.org/10.23880/fsnt-16000338
Suliestyah, S., Aryanto, R., Palit, C., Yulianti, R., Suudi, B. C., & Meitdwitri, A. (2022). Eco enzyme production from fruit peel waste and its application as an anti-bacterial and TSS reducing agent. International Research Journal of Engineering, IT and Scientific Research, 8(6), 270–275. https://doi.org/10.21744/irjeis.v8n6.2199
Susanto, B. H., Musdad, A., Kristina, M., Meilani, S., & Tangga, L. R. (2024). Pemberdayaan masyarakat dalam upaya pengolahan limbah buah dan sayur menjadi eco-enzyme di Cemorokandang Kota Malang. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7, 43–49.
Wikaningrum, T., Hakiki, R., Astuti, M. P., Ismail, Y., & Sidjabat, O. (2022). The eco enzyme application on industrial waste activated sludge degradation. Indonesian Journal of Urban and Environmental Technology, 5(2), 115–133. https://doi.org/10.25105/urbanenvirotech.v5i2.13535

