IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN UNTUK PENGUATAN KARAKTER DAN AKADEMIK PADA SISWA SMK KESEHATAN KOTA MALANG
Keywords:
pendidikan kewarganegaraan, toleransi, karakter siswa, pengembangan talenta, pendampingan akademikAbstract
Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang berkarakter, toleran, bertanggung jawab, dan mampu hidup harmonis di tengah keberagaman. Namun, hasil observasi di SMK Farmasi Maharani, SMK National Media Center, dan SMK Kesehatan Adi Husada Kota Malang menunjukkan masih terbatasnya partisipasi siswa dalam kegiatan pengembangan karakter spiritual, adanya kecenderungan kurang menghargai perbedaan pendapat, serta kebutuhan akan pendampingan akademik yang lebih interaktif. Program ini bertujuan mengimplementasikan nilai-nilai Pendidikan Kewarganegaraan melalui penguatan toleransi, pengembangan talenta dan karakter spiritual, serta pendampingan akademik bagi siswa. Kegiatan dilaksanakan pada periode Maret–Mei 2026 menggunakan metode diskusi, games edukatif, pembelajaran sebaya (peer learning), pelatihan musik pelayanan, lomba mading, serta perayaan hari besar keagamaan. Data diperoleh melalui observasi langsung, dokumentasi, dan refleksi peserta, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mini teaching dan lomba mading bertema toleransi mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menghargai perbedaan, membangun kerja sama, dan menyelesaikan konflik secara positif. Program pelatihan musik pelayanan dan kepemimpinan pujian meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan persekutuan sekaligus mengembangkan rasa tanggung jawab, disiplin, kepercayaan diri, dan kerja sama. Selain itu, pendampingan akademik dengan pendekatan sebaya mendorong keterlibatan siswa dalam proses belajar, meningkatkan keberanian berdiskusi, serta menumbuhkan nilai kepedulian sosial dan gotong royong. Dengan demikian, implementasi Pendidikan Kewarganegaraan melalui kegiatan yang terintegrasi terbukti mampu memperkuat toleransi, mengembangkan talenta dan karakter spiritual, serta mendukung perkembangan akademik siswa secara holistik.
References
Branson, M. S. (2018). The role of civic education: A forthcoming education policy task force position paper from the Communitarian Network. Center for Civic Education.
Dewey, J. (1916). Democracy and education. Macmillan.
Hasanah, Y. A., Khitmah, P. L., Roziqin, M. C., Azizah, A. N., & Firmansah, M. Z. (2025). Partisipasi mahasiswa dalam aksi sosial sebagai implementasi Pendidikan Kewarganegaraan dan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial dan advokasi kebijakan publik. Civic Education Perspective Journal, 5(2), 104–115.
Manullang, K., & Siregar, N. (2023). Pengaruh metode diskusi terhadap keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Kristen di SMP kelas VIII Gajah Mada Medan. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 6(4), 261–266.
Putri, Y. N. D., Dewi, D. A., & Furnamasari, Y. F. (2021). Pembangunan karakter siswa sekolah dasar melalui pendidikan kewarganegaraan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 7176–7181.
Viola, A. (2026). Implementasi pendidikan kewarganegaraan dengan sikap toleransi peserta didik di sekolah dasar. Educational Journal, 1(2), 373–377.
Wang, X. M., Huang, X. T., Han, Y. H., & Hu, Q. N. (2024). Promoting students' creative self-efficacy, critical thinking and learning performance: An online interactive peer assessment approach guided by constructivist theory in maker activities. Thinking Skills and Creativity, 52, 101548.
Wardani, M. E., & Kiptiyah, S. M. (2024). Game-based learning model with Baamboozle media based on artificial intelligence increases student engagement and learning outcomes. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 8(2), 293–303.
Winataputra, U. S., & Budimansyah, D. (2012). Pendidikan kewarganegaraan dalam perspektif internasional dan konteks Indonesia. Widya Aksara Press.

