UPAYA PENCEGAHAN PERUNDUNGAN DAN KEKERASAN SEKSUAL DI SMK ISLAM KEPANJEN

EDUKASI PREVENTIF BERBASIS SEKOLAH

Authors

  • Adam Alfarizqy Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung
  • Angeleda Firjiananda Putri Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung
  • Angie Devina Yudianto Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung
  • Dhea Amerta Meyriza Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Keywords:

perundungan, kekerasan seksual, edukasi, siswa, pencegahan

Abstract

Kekerasan seksual dan perundungan merupakan permasalahan yang masih sering terjadi di lingkungan pendidikan dan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mental, perkembangan sosial, serta prestasi belajar peserta didik. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan kemampuan siswa dalam mengenali, mencegah, serta merespons berbagai bentuk perundungan dan kekerasan seksual. Kegiatan dilaksanakan di SMK Islam Kepanjen dengan melibatkan siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, psikoedukasi, diskusi studi kasus, observasi lapangan, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, dan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta telah memiliki pemahaman dasar yang cukup baik mengenai bentuk-bentuk perundungan dan kekerasan seksual. Setelah mengikuti kegiatan, pemahaman siswa mengalami peningkatan, terutama dalam mengenali perundungan verbal, memahami pentingnya menghormati batasan pribadi (consent), mengidentifikasi dampak psikologis yang dialami korban, serta memahami peran saksi dalam mencegah terjadinya kekerasan. Selain itu, peserta menunjukkan kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, saling menghormati, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Hasil kuesioner juga mengungkap bahwa tindakan perundungan masih sering dijumpai di lingkungan sekolah, baik dalam bentuk ejekan, body shaming, cyber bullying, maupun catcalling. Peserta menilai bahwa informasi mengenai cara mengatasi kekerasan seksual dan strategi pencegahan perundungan merupakan materi yang paling dibutuhkan. Secara keseluruhan, kegiatan edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi, kepedulian sosial, serta kesiapan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan perundungan serta kekerasan seksual di lingkungan sekolah.

References

DeGue, S., Valle, L. A., Holt, M. K., Massetti, G. M., Matjasko, J. L., & Tharp, A. T. (2014). A systematic review of primary prevention strategies for sexual violence perpetration. Aggression and Violent Behavior, 19(4), 346–362. https://doi.org/10.1016/j.avb.2014.05.004

Espelage, D. L., Ingram, K. M., Hong, J. S., & Merrin, G. J. (2022). Bullying as a developmental precursor to sexual and dating violence across adolescence: Decade in review. Trauma, Violence, & Abuse, 23(4), 1358–1370. https://doi.org/10.1177/15248380211043811

Febrianti, D. P., Hermanto, F. Y., Nnamdi, A. O., Rosy, B., & Septiana, N. (2025). Confirmatory factor analysis of problem-based learning instrument for Office Management and Business Service program. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Evaluasi Pendidikan, 29(1), 58–70. https://doi.org/10.21831/pep.v29i1.84368

Finkelhor, D., Turner, H., & Colburn, D. (2022). Prevalence of online sexual offenses against children in the US. JAMA Network Open, 5(10), e2234471. https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2022.34471

Hendra Lukito, & Mohamad Ikrom Arasid. (2025). Sosialisasi stop tindakan bullying dan kekerasan seksual di sekolah SMAN X Kecamatan Y. RISOMA: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan, 3(5), 329–337. https://doi.org/10.62383/risoma.v3i5.1176

Kågesten, A., Gibbs, S., Blum, R. W., Moreau, C., Chandra-Mouli, V., Herbert, A., & Amin, A. (2016). Understanding factors that shape gender attitudes in early adolescence globally: A mixed-methods systematic review. PLOS ONE, 11(6), e0157805. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0157805

Mardhalena, A., Riwayati, A., Handayani, D. N., & Mutmainnah, M. (2024). Edukasi preventif kekerasan seksual dan bullying di lingkungan sekolah. GUYUB: Journal of Community Engagement, 5(1), 46–61. https://doi.org/10.33650/guyub.v5i1.7589

Pratama, A. M., Tsaqofah, A., Pratiwi, N. P., Amalia, R., Siwi, C., & Fitri, Y. (2024). [Judul artikel tidak tersedia]. [Nama jurnal tidak tersedia], 10(2), 258–265.

Syukriani, Y., Noviandhari, A., Arisanti, N., Setiawati, E. P., Rusmil, V. K., Dhamayanti, M., & Sekarwana, N. (2022). Cross-sectional survey of underreported violence experienced by adolescents: A study from Indonesia. BMC Public Health, 22(1), 1–12. https://doi.org/10.1186/s12889-021-12427-8

World Health Organization. (2021). Violence against women prevalence estimates, 2018. World Health Organization.

Downloads

Published

2026-08-01