UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL DAN PERUNDUNGAN DI SMAK PETRA MALANG

EDUKASI PREVENTIF BERBASIS SEKOLAH

Authors

  • Daffa Putra Ramadhan Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung
  • Aregar Swarenio Putra Pramana Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung
  • Barcheilla Dhea Clarity Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung
  • Chelsea Laras Putri Wibowo Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung
  • Dhea Ayu Bagaskara Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung
  • Jessica Patricia Njotowidjaja Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Keywords:

Kekerasan Seksual, Perundungan, Remaja, Edukasi Preventif, SMAK Petra

Abstract

Kekerasan seksual dan perundungan masih menjadi permasalahan yang sering ditemukan di lingkungan sekolah dan dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan fisik, psikologis, serta proses belajar siswa. Kurangnya pemahaman mengenai bentuk, dampak, dan cara pencegahan kekerasan seksual maupun perundungan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kasus tersebut masih terjadi. Oleh karena itu, dilaksanakan program edukasi pencegahan kekerasan seksual dan perundungan di SMA Kristen Petra Malang dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian siswa terhadap pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode seminar, diskusi kelompok, dan roleplay yang dirancang untuk memberikan pemahaman secara interaktif mengenai berbagai bentuk kekerasan seksual dan perundungan, dampak yang ditimbulkan, serta langkah pencegahan dan pelaporan yang dapat dilakukan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai isu kekerasan seksual dan perundungan setelah mengikuti program edukasi. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya sikap saling menghormati, empati, serta tanggung jawab sosial dalam kehidupan sekolah. Dukungan dari pihak sekolah dan guru Bimbingan dan Konseling turut berperan dalam keberhasilan pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian, program edukasi ini dapat menjadi salah satu upaya yang efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan maupun perundungan.

References

Herlina, N. (2020). Metode pembelajaran simulasi dan role play dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah askeb komunitas. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 11(2), 273–282.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Panduan pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia. (2023). Laporan tahunan KPAI 2023. Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

Nadya, S., Rosdiana, R., & Fitriani, F. (2023). Dampak perilaku bullying terhadap kesehatan mental anak di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 5(2), 5221–5225.

Nuraeni, N., Putri, G. R., & Inayati, I. N. (2024). Edukasi pencegahan bullying dan kekerasan seksual pada anak remaja di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Nurul Ihsan. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (JPKM) Nusantara, 2(2), 98–105.

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. (2023). Ending school violence and bullying: Global status report 2023. UNESCO.

Downloads

Published

2026-08-01