MENCEGAH LUNTURNYA BUDAYA SEJAK DINI MELALUI METODE KREATIF MENGENALKAN DAN MELESTARIKAN BUDAYA JAWA TIMUR PADA GEN ALPHA
Keywords:
budaya lokal, jawa timur, anak usia 8-12 tahun, pembelajaran interaktif, pelestarian budayaAbstract
Pengenalan budaya lokal kepada generasi muda merupakan upaya penting dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa. Namun, pada era globalisasi saat ini, generasi muda cenderung lebih tertarik dan mengenal budaya asing dibandingkan budaya daerahnya sendiri. Kondisi ini menjadi tantangan dalam pelestarian budaya, khususnya pada anak usia sekolah dasar yang berada pada tahap penting dalam pembentukan karakter, identitas, dan wawasan kebangsaan. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan edukatif yang mampu meningkatkan pemahaman dan ketertarikan anak terhadap budaya lokal sejak dini. Kegiatan pengenalan budaya dilakukan dengan metode interaktif dan kreatif menggunakan media presentasi, menonton video, permainan edukatif, kegiatan mewarnai, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Yayasan Kasih ABBA, Kota Malang, dengan peserta anak-anak berusia 8–12 tahun. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta masih kurang memahami dan mengenal unsur-unsur budaya daerah, khususnya budaya Jawa Timur. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, aktif berpartisipasi dalam setiap sesi, serta lebih tertarik mempelajari materi budaya melalui pendekatan yang menyenangkan. Metode pembelajaran yang dikombinasikan dengan permainan dan aktivitas kreatif terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan mudah dipahami oleh anak-anak. Setelah kegiatan dilaksanakan, hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan pengenalan peserta terhadap kebudayaan daerah, khususnya budaya Jawa Timur. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan apresiasi budaya lokal pada anak usia sekolah dasar.
References
Kadek, N., Rahmadani, A., Tasuah, N., Agustinus Aen, R., Alianda, D., & Cahyaningrum, D. E. (2023). Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini implementasi pengenalan budaya lokal di sentra seni pada anak usia 4–6 tahun. 7(5), 5359–5368. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i5.4272
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice-Hall.
Kurnia Sari, D., & Wahini, M. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi makanan tradisional Jawa Timur pada remaja di Kelurahan Pakis Surabaya. Jurnal Tata Boga, 8(2), 114–121.
Mulyani, W., Thoha, M., Jaya, B. S., & Anggraini, G. F. (2018). Peran aktivitas bermain ular-naga terhadap perkembangan motorik kasar anak usia 5–6 tahun. Jurnal Pendidikan Anak, 4(2), 1–9.
Qomariah, A., Ardiana, R., Arifin, N., Fitriyani, R., & Octavia, C. (2025). Kegiatan mewarnai dalam mengembangkan keterampilan motorik halus anak sekolah dasar kelas awal melalui bimbel tambahan. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 5609–5613. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1448
Frenadya, A. E., & Safara, A. F. (2024). Penurunan minat generasi muda terhadap tari topeng: Resistensi dan tantangan pelestarian budaya. Studi Budaya Nusantara, 8(2), 148–161. https://doi.org/10.21776/UB.SBN.2024.008.02.05
Hayya’, L. ’Adilah. (2023). Dampak media pembelajaran interaktif dalam pendidikan. Eksponen, 13(2), 66–76. https://doi.org/10.47637/EKSPONEN.V13I2.788
Raudah, S., Suriansyah, A., & Cinantya, C. (2024). Efektivitas penggunaan media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan keaktifan dan minat belajar pada siswa sekolah dasar. MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 2(4), 2092–2097. https://doi.org/10.60126/MARAS.V2I4.559
Susanto, A. H., Wulandari, M. D., & Darsinah. (2024). Optimalisasi pembelajaran anak usia sekolah dasar melalui pemahaman teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(04), 689–706. https://doi.org/10.23969/JP.V9I4.17102
Yudiati, R., Annisa, A., & Susilowati, A. G. (2024). Pentingnya memperkenalkan budaya lokal sejak dini di era digital. Rampa’ Naong Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 23–27. https://doi.org/10.24929/RN.V2I1.3289

