LITERASI DIGITAL BERBASIS AI DAN PENDEKATAN HUMAN-IN-THE-LOOP UNTUK MENANGKAL HOAKS DI KOMUNITAS CONNECT GROUP GEREJA

Authors

  • Cornelia Gisela Thealova Universitas Ma Chung
  • Andrew Steine Christopher Winardi Universitas Ma Chung
  • Farid Heka Magfirio Universitas Ma Chung
  • Michael Azarya Samputra Universitas Ma Chung
  • Muhammad Nurwegiono Universitas Ma Chung

Keywords:

Literasi Digital, Hoaks, Kecerdasan Buatan, Human-in-the-Loop, Komunitas Gereja

Abstract

Di era digital saat ini, penyebaran disinformasi sangatlah merajalela, terutama karena kebohongan terbukti menyebar jauh lebih cepat dan lebih mudah dibagikan oleh orang-orang dibandingkan fakta yang sebenarnya. Kerentanan ini menjadi sangat nyata di dalam kelompok sosial yang memiliki ikatan kepercayaan tinggi (high-trust network), seperti pada komunitas connect group gereja. Di dalam grup perpesanan privat komunitas ini, kedekatan emosional dan rasa saling percaya sering kali membuat anggotanya langsung meneruskan pesan secara spontan tanpa mengecek ulang kebenarannya. Tantangannya kini semakin berat dengan hadirnya kecerdasan buatan (AI) generatif yang disalahgunakan untuk memproduksi hoaks secara massal dan instan layaknya sebuah pabrik. Kecepatan mesin pembuat hoaks ini membuat cara-cara cek fakta manual dan literasi digital konvensional tidak lagi cukup untuk membendungnya. Berangkat dari kegelisahan tersebut, kegiatan pengabdian ini mengajak anggota komunitas gereja untuk berlatih secara partisipatif dalam menghadapi krisis informasi ini. Menariknya, kajian ini menemukan sebuah solusi: meskipun AI kerap dipakai untuk menciptakan hoaks, teknologi yang sama sebenarnya bisa kita manfaatkan sebagai pendeteksi dini untuk memilah informasi yang mencurigakan. Melalui penerapan pendekatan Human-in-the-Loop, kami melatih warga untuk menggunakan AI sebagai alat bantu pemilah awal (triage). Dalam sistem ini, AI membantu menyaring informasi secara cepat, tetapi manusialah yang memegang kendali proaktif sebagai penentu akhir kebenarannya. Singkatnya, kolaborasi hibrida antara kecerdasan mesin dan nalar kritis manusia ini menciptakan sebuah sistem pertahanan informasi yang tangguh di tingkat akar rumput. Alih-alih menyerahkan keputusan mutlak pada algoritma mesin, pendekatan ini justru memberdayakan warga untuk mencegat hoaks bersama-sama sebelum kebohongan tersebut telanjur viral.

References

Alfin, R., Rifki, I., Mas, M., & Abdur, R. (2025). Analisis Pengaruh Teknologi Kecerdasan Buatan Terhadap Penyebaran Berita Hoax di Media Sosial.

Delima, H., Alfiansyah, H., Anshori, M. I., & Bungas, R. M. (n.d.). Tanggung Jawab Platform Digital dalam Mengatasi Hoax yang Dihasilkan Oleh AI: Analisis Kasus Penyalahgunaan Bot dan Algoritma Rekomendasi untuk Manipulasi Opini Publik. Retrieved https://jurnalmahasiswa.com/index.php/teknobis

Marlina, Y., Nizarudin Wajdi, M. B., Sudarmika, D., Sulaeman, M., Siregar, M., & Aminuddin Aziz, A. (2025). ARTIFICIAL INTELLIGENCE TO IMPROVE COMMUNICATION LITERACY ON HOAX COVERAGE. Jurnal Kecerdasan Buatan Dan Teknologi Informasi, 4(2), 135–143. https://doi.org/10.69916/jkbti.v4i2.314

Rahmadhany, A., Aldila Safitri, A., & Irwansyah, I. (2021). Fenomena Penyebaran Hoax dan Hate Speech pada Media Sosial. Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi Bisnis, 3(1), 30–43. https://doi.org/10.47233/jteksis.v3i1.182

Rahmawan, D., Garnesia, I., & Hartanto, R. (2023). Content Analysis of MAFINDO’s Fact Check articles during the 2015-2020 period: Classification of Themes, Channels, and Content Types. Jurnal ASPIKOM, 8(2). https://doi.org/10.24329/aspikom.v8i2.1267

Vosoughi, S., Roy, D., & Aral, S. (2020). The spread of true and false news online. http://science.sciencemag.org/

Zahra, Y. (2025). Understanding and Mitigating AI-Generated Hoax Information. Jurnal Sistem Informasi Dan Teknik Informatika, 3(2), 56–61.

Downloads

Published

2026-08-13