EDUKASI LITERASI DIGITAL DAN PENGUNAAN AI UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN ANTI-RASISME DAN ANTI-BULLYING PADA SISWA SMP

Authors

  • Felicia Larisa Jonathan Universitas Ma Chung
  • Michelle Angelina Chandra Universitas Ma Chung
  • Monica Clarista Gracianna Universitas Ma Chung
  • Yoga Cipta Surya Pradana Universitas Ma Chung
  • Muhammad Nurwegiono Universitas Ma Chung

Keywords:

literasi digital, anti-bullying, anti-rasisme, artificial intelligence, pengabdian masyarakat

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital serta kesadaran anti-bullying dan anti-rasisme bagi siswa SMP Kalam Kudus Malang. Peningkatan intensitas penggunaan gawai tanpa diimbangi etika komunikasi digital sering kali memicu perundungan siber (cyberbullying) dan diskriminasi verbal berbasis suku, ras, dan agama (SARA) di kalangan remaja. Untuk mengatasi permasalahan ini, dirancang sebuah program intervensi edukasi terstruktur yang mengombinasikan pendekatan sosial dan teknologi. Metode pelaksanaan menggunakan tiga pendekatan utama: Pendidikan Masyarakat melalui Focus Group Discussion (FGD), Pelatihan Praktis pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara positif (prompt engineering), dan Simulasi Sosial non-gadget melalui permainan peran (roleplay). Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam tiga pertemuan tatap muka di kelas: (1) sosialisasi konsep perundungan/rasisme dan penyusunan draf Kode Etik Kelas pada 21 Mei 2026, (2) edukasi formulasi perintah AI (prompt) untuk membuat slogan kampanye damai pada 4 Juni 2026, dan (3) permainan empati kebinekaan "Langkah Empati" pada 5 Juni 2026. Hasil evaluasi pasca-kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman etika bermedia digital, kedewasaan sosial-emosional siswa dalam membedakan candaan dari perundungan, serta kemampuan praktis memanfaatkan teknologi Generative AI untuk menyebarkan konten positif. Selain itu, nilai-nilai kemanusiaan (Sila Kedua Pancasila) dan persatuan (Sila Ketiga Pancasila) berhasil diinternalisasikan dalam bentuk Kode Etik Kelas sebagai instrumen regulasi sosial mandiri. Pengabdian ini membuktikan bahwa integrasi FGD terarah dan teknologi kecerdasan buatan dapat melahirkan komitmen kelas yang inklusif dan mendidik karakter siswa secara berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-08-13