Kebijakan Kesehatan Melalui Konvergensi Kolaboratif Program Pencegahan Dan Percepatan Penurunan Stunting Di Kabupaten Banyumas

Authors

  • A Nururrochman BRIN

Keywords:

stunting, kolaborasi, konvergensi, indikator, kebijakan kesehatan

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang kompleks di Indonesia, termasuk di Kabupaten Banyumas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis situasi stunting terkini, faktor determinan, capaian indikator konvergensi, serta strategi percepatan penurunan stunting melalui aksi konvergensi lintas sektor. Data diambil dari survei Kemenkes (SSGI, SKI), e-PPGBM, serta laporan kinerja perangkat daerah Kabupaten Banyumas sebagai hasil dari kegiatan rembug stunting pada level Kabupaten. Pengumpulan data dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode pengumplan data mellaui wawancara dengan bebrapa informan kunci pemerintah, telaahdata dan observasi dilapangan. Analisis data dilakukan  dengan melakukan analisis terhadap data olah hasil visualisasi data stunting di Kabupaten banyumas, lalu kemudian memilah secara rigid dalam meknaisme dan pertimbangan kebutuhan riset dan melakukan display data terhadap data yang telah diperoleh. Hasil menunjukkan prevalensi stunting Banyumas menurun dari 33,1% (2013) menjadi 19,6% (2024), lebih rendah dari rata-rata nasional. Namun, tantangan masih ada, terutama tingginya paparan asap rokok (74% balita stunting), rendahnya akses sanitasi aman (5,1%), serta disparitas antar kecamatan. Penilaian kinerja konvergensi meningkat dari peringkat 16 (2023) menjadi peringkat 10 (2024). Strategi 2025–2029 menekankan pada pencapaian 31 indikator proses, penguatan peran kecamatan, serta penandaan anggaran berbasis APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah).  ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penurunan stunting membutuhkan komitmen politik, komunikasi perubahan perilaku, ketahanan pangan, serta evaluasi berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-08-10