TELAAH FITOKIMIA DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGIS SYZYGIUM AROMATICUM ANTARBAGIAN TANAMAN CENGKEH
Keywords:
Syzygium aromaticum, polong cengkeh, eugenol, antioksidan, antibakteriAbstract
Resistensi antibiotik yang terus meningkat mendorong eksplorasi agen antimikroba alami, salah satunya dari cengkeh (Syzygium aromaticum) (Jain et al., 2026). Seluruh bagian tanaman ini, yaitu kuncup bunga, daun, tangkai, polong, dan akar, mengandung eugenol sebagai senyawa dominan bersama beta-caryophyllene, flavonoid, dan asam fenolat, dengan aktivitas antibakteri, antiinflamasi, antioksidan, dan antikanker yang luas (Xue et al., 2022). Polong cengkeh, bagian yang relatif kurang diteliti, menjadi fokus utama kajian ini karena kapasitas antioksidannya yang unggul dibandingkan bagian lain. Analisis GC-MS menunjukkan kandungan eugenol tinggi disertai caryophyllene, humulene, dan eugenil asetat, sementara uji in vitro mengonfirmasi aktivitas antioksidan dan sitotoksik yang kuat pada ekstrak polong (Abdelmuhsin et al., 2025). Ekstrak polong juga menunjukkan kadar flavonoid total dan efek sitotoksik terhadap Artemia salina yang menjanjikan untuk pengembangan agen antikanker selektif (Agustina et al., 2023). Studi penambatan molekuler mengonfirmasi interaksi eugenol dengan reseptor quorum sensing bakteri, mengindikasikan mekanisme antivirulensi tanpa memicu tekanan seleksi resistensi (Abdelmuhsin et al., 2025). Selain kuncup dan polong, ekstrak daun serta material sisa distilasi juga kaya senyawa fenolik dengan aktivitas antioksidan dan neuroprotektif melalui inhibisi asetilkolinesterase (Rawa et al., 2022; Trifan et al., 2021). Secara keseluruhan, keragaman fitokimia antarbagian tanaman cengkeh membuka peluang pengembangan agen farmasi multifungsi, meskipun standardisasi dosis dan penerjemahan hasil in vitro ke uji klinis manusia masih menjadi tantangan utama (Ullah & Hassan, 2023).

