POTENSI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SINERGIS DARI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN DAN DAUN ILER TERHADAP DPPH
Keywords:
antioksidan, daun iler, daun kersen, DPPH, sinergismeAbstract
Stres oksidatif akibat produksi radikal bebas yang berlebihan berperan dalam patogenesis berbagai penyakit degeneratif. Daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun iler (Coleus scutellarioides(L.) Benth.) diketahui mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol daun kersen dan daun iler menggunakan DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) serta spektrofotometer UV-Vis. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Kombinasi ekstrak dibuat dalam rasio 1:1, 2:1, dan 1:2 (daun kersen iler), kemudian dibandingkan dengan ekstrak tunggal masing-masing. Aktivitas antioksidan ditentukan berdasarkan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 ekstrak etanol daun kersen dan daun iler berturut-turut sebesar 27 µg/mL dan 19 µg/mL. Kombinasi ekstrak pada rasio 1:1, 2:1, dan 1:2 menghasilkan nilai IC50 masing-masing sebesar 9,68 ± 0,059 µg/mL; 11,57 ± 0,015 µg/mL; dan 8,28 ± 0,607 µg/mL. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara ekstrak tunggal dan kombinasi (p < 0,05). Kombinasi ekstrak daun kersen dan daun iler pada rasio 1:2 menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi yang ditunjukkan oleh nilai IC50 terendah. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi kedua ekstrak berpotensi meningkatkan aktivitas antioksidan dibandingkan dengan ekstrak tunggal.

