PERBEDAAN BAHASA ANAK BERDASARKAN GENDER: ANALISIS WACANA TERHADAP TOKOH DENNIS DAN WINNIE DALAM FILM HOTEL TRANSYLVANIA 2 (2015)
Keywords:
Rapport talk, report talk, bahasa dan gender, film animasi, bahasa anakAbstract
Penelitian ini mengkaji perbedaan penggunaan bahasa antara tokoh anak berdasarkan gender dalam film animasi Hotel Transylvania 2 (2015), dengan fokus pada tokoh Dennis sebagai anak laki-laki dan tokoh Winnie sebagai anak perempuan. Penelitian ini menggunakan teori Genderlect Styles Deborah Tannen sebagai kerangka analisis utama, dengan mengkaji enam aspek perbedaan gaya komunikasi berbasis gender, yaitu berbicara dalam ranah privat dan publik, gaya bercerita, cara mendengarkan, kebiasaan bertanya, penanganan konflik, dan komunikasi nonverbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data yang dikumpulkan melalui proses menonton secara berulang, transkripsi, dan klasifikasi tuturan verbal kedua tokoh sepanjang film. Hasil penelitian menunjukkan adanya pembalikan pola gender yang menarik. Dennis sebagai tokoh anak laki-laki secara dominan menampilkan karakteristik rapport talk melalui tuturan yang singkat, emosional, dan berorientasi pada koneksi, sementara Winnie sebagai tokoh anak perempuan menampilkan pola yang lebih kompleks, yaitu berorientasi rapport talk dalam tujuan komunikasinya namun mengekspresikannya melalui strategi yang tegas dan frontal yang lebih dekat dengan karakteristik report talk. Pembalikan pola ini diinterpretasikan melalui konsep performativitas gender Mary Talbot dan Ecological Systems Theory Bronfenbrenner, yang bersama-sama menjelaskan bagaimana perbedaan lingkungan sosial tempat Dennis dan Winnie tumbuh membentuk gaya komunikasi mereka yang berbeda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film Hotel Transylvania 2 tidak sekadar membentuk norma gender yang konvensional, melainkan secara implisit menegosiasikan ulang pembentukan bahasa gender melalui representasi tokoh anak yang melampaui stereotip maskulinitas dan femininitas yang baku.

