ANALISIS ERGONOMI REBA STASIUN PENJEMURAN KERUPUK SINGKONG BATU BERDASARKAN SILA KE-5 PANCASILA

Authors

  • Nicolaus Mario Alfanda Piscezard Program Studi Teknik Industri, Universitas Ma Chung
  • Yeshua Ingan Pusuh Malem Tarigan Program Studi Teknik Industri, Universitas Ma Chung
  • Christian Bernandito Pattiata Program Studi Teknik Industri, Universitas Ma Chung
  • Gregory Edward Suryawan Program Studi Teknik Industri, Universitas Ma Chung

Keywords:

postur kerja, reba, tata letak fasilitas, keadilan sosial, kerupuk singkong

Abstract

Industri pengolahan kerupuk singkong skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) seringkali masih sangat mengandalkan tenaga manusia secara manual dalam keseluruhan siklus proses produksinya. Penelitian ini dilakukan di sebuah pabrik kerupuk singkong yang telah beroperasi selama 13 tahun di Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis postur kerja dan tata letak fasilitas secara spesifik pada stasiun penjemuran menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA), serta meninjaunya secara kritis dari perspektif keadilan sosial berdasarkan Sila ke-5 Pancasila. Hasil observasi awal di lapangan menunjukkan adanya postur kerja yang sama sekali tidak ergonomis. Pekerja terpaksa harus menjangkau terlalu jauh ke bawah, membungkuk (fleksi punggung 20-60 derajat), dan berdiri-duduk secara repetitif karena tata letak wadah penjemuran yang berada di lantai atau jauh di bawah kursi kerja. Perhitungan metode REBA menghasilkan skor akhir sebesar 6 yang mengindikasikan level risiko sedang (medium risk) sehingga menuntut tindakan perbaikan segera. Postur canggung (awkward posture) ini terbukti berisiko memicu keluhan sistem muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders). Usulan perbaikan tata letak fasilitas diberikan melalui pengadaan meja bantuan atau troli beroda guna mendekatkan dan menaikkan level wadah jemur agar sejajar dengan postur alami pekerja. Intervensi ini dirancang untuk mereduksi risiko cedera sekaligus mendukung pencapaian target peningkatan kapasitas produksi pabrik. Dalam tinjauan Pancasila, penyediaan fasilitas kerja yang ergonomis bagi pekerja UMKM bukan sekadar efisiensi bisnis, melainkan perwujudan nyata dari perlindungan hak asasi dan keadilan sosial substantif. Hal ini memastikan bahwa setiap pekerja akar rumput berhak mendapatkan kondisi kerja yang aman, sehat, dan bermartabat.

References

Rachmawati, P. (2019). Rancang bangun mesin perajang singkong yang memenuhi aspek ergonomis untuk meningkatkan produktivitas pekerja. Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material, 3(2), 66–72. https://doi.org/10.30588/jeemm.v3i2.581

Sugiyanto, F. X. (2024). Keadilan sosial dan kebijakan usaha mikro dan kecil (UMK). Pancasila: Jurnal Keindonesiaan, 4(X), 1–10. https://doi.org/10.52738/pjk.v4iX.521

Syarif, A. A., Harahap, I. F., & Hasibuan, Y. M. (2024). Perancangan alat bantu pengiris singkong otomatis untuk menurunkan resiko cidera dengan menggunakan metode RULA dan REBA. Jurnal Optimasi Teknik Industri, 6(1), 15–22. https://doi.org/10.30998/joti.v6i1.21303

Utami, Y. B., & Nugroho, A. J. (2023). Analisis postur kerja menggunakan metode REBA (Rapid Entire Body Assessment) dan RULA (Rapid Upper Limb Assessment) pada aktivitas pekerja (studi kasus pada UMKM Ketela Mas). SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(7), 2809–2827. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i7.1221

Putra Hartono, S. D., Putra, J. J. T., Nugroho, F. N., Mamtuh, A. T. A., Nugroho, F., & Apsari, A. E. (2026). Penerapan ergonomi dengan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk mengurangi risiko cedera pada proses penjemuran kerupuk di UMKM Kerupuk Subur. Jurnal Ilmiah Research Student, 3(1), 115–126. https://doi.org/10.61722/jirs.v3i1.8462

Downloads

Published

2026-08-01