OPTIMALISASI PENGOLAHAN LIMBAH KOTORAN KAMBING MENJADI PUPUK ORGANIK MELALUI PERBAIKAN DESAIN MESIN PENGGILING PISAU
Keywords:
limbah kotoran kambing, pupuk organik, desain pisau mesin penggiling, sistem lingkungan industri, ekonomi sirkularAbstract
UMKM pengolahan pupuk organik di Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang memanfaatkan limbah kotoran kambing sebagai bahan baku utama dalam produksi pupuk organik yang dipasarkan kepada petani jeruk dan apel di wilayah sekitar. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk penerapan Sistem Lingkungan Industri melalui pemanfaatan limbah peternakan menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan mendukung konsep ekonomi sirkular. Namun, proses produksi masih menghadapi kendala pada tahap penggilingan, yaitu hasil gilingan yang belum optimal karena desain pisau mesin menghasilkan tekstur pupuk yang masih kasar dan tidak seragam. Kondisi tersebut memengaruhi kualitas produk, efisiensi proses, serta daya saing UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses pengolahan limbah kotoran kambing melalui usulan perbaikan desain pisau mesin penggiling guna meningkatkan kualitas pupuk organik dan mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pelaku UMKM, identifikasi proses produksi, dan analisis terhadap kinerja mesin penggiling sebagai dasar penyusunan usulan perbaikan desain pisau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbaikan desain pisau mesin penggiling berpotensi menghasilkan ukuran partikel pupuk yang lebih halus dan seragam sehingga meningkatkan kualitas produk, memperlancar proses produksi, serta meningkatkan nilai jual pupuk organik. Optimalisasi proses pengolahan tersebut turut mendukung penerapan Sistem Lingkungan Industri melalui pemanfaatan limbah peternakan secara lebih efisien, pengurangan dampak pencemaran lingkungan, serta penguatan hubungan yang saling menguntungkan antara sektor peternakan dan pertanian. Dengan demikian, usulan perbaikan desain pisau mesin penggiling diharapkan dapat meningkatkan produktivitas UMKM sekaligus mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
References
Fadli, M. R. (2021). Memahami Desain Metode Penelitian Kualitatif. Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075
Santoso, D., Waris, A., Apriliansyah, Sirait, S., & Murtilaksono, A. (2021). Desain dan Uji Kinerja Mata Pisau Modifikasi pada Mesin Pencacah Limbah Pertanian. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas, 25(2), 205–214.
Sriwahyuningsih, A. E., Arman, & Rusdi, R. (2022). Analisis Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Pupuk Organik Limbah Kotoran Kambing (Kohembing) Bubuk. Jurnal Ilmiah Ecosystem, 22(3). DOI: 10.35965/eco.v22i3.1827
Suryani, E., Zulnazri, Dewi, R., Meriatna, & Kurniawan, E. (2024). Pembuatan Pupuk Organik Padat dari Kotoran Kambing dengan Bio Katalis Bacillus subtilis. Chemical Engineering Journal Storage (CEJS), 4(1). DOI: 10.29103/cejs.v4i1.13713
Trivana, L., & Pradhana, A. Y. (2017). Optimalisasi Waktu Pengomposan dan Kualitas Pupuk Kandang dari Kotoran Kambing dan Debu Sabut Kelapa dengan Bioaktivator PROMI dan Orgadec. Jurnal Sain Veteriner, 35(1), 136–144. DOI: 10.22146/jsv.29301
Yusanto, Y. (2020). Ragam Pendekatan Penelitian Kualitatif. Journal of Scientific Communication (JSC), 1(1), 1–13. https://doi.org/10.31506/jsc.v1i1.7764


